Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Bisnis»Bakti BCA Dukung Pelestarian Macan Tutul Jawa, 8 Individu Teridentifikasi di TNBTS

Bakti BCA Dukung Pelestarian Macan Tutul Jawa, 8 Individu Teridentifikasi di TNBTS

RenniRenni Bisnis 4 Mei 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Macan Tutul Jawa di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru tertangkap kamera

Jakarta (beritajatim.com)– PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui program Bakti BCA memperkuat komitmen pelestarian lingkungan dengan mendukung konservasi macan tutul Jawa (Panthera pardus melas).

Upaya ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem hutan, terlebih populasi satwa endemik Pulau Jawa tersebut kian terancam.

Kolaborasi dilakukan bersama Kementerian Kehutanan RI, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS), serta Yayasan SINTAS Indonesia melalui program Java Wide Leopard Survey (JWLS) di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Program ini menjadi bagian dari penyusunan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) macan tutul Jawa.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menegaskan pentingnya pendekatan berbasis data dalam konservasi.

“Sejak 2024, kontribusi ini memperkuat upaya pengelolaan konservasi berbasis data, sekaligus mendukung pemerintah dalam usaha pelestarian macan tutul Jawa di Indonesia,” ujarnya.

Hingga Juli 2025, survei tahap pertama di kawasan TNBTS berhasil mengidentifikasi sedikitnya delapan individu macan tutul Jawa, yang terdiri dari satu jantan, enam betina, dan satu anakan. Sementara itu, survei tahap kedua masih berlangsung pada 2026 guna melengkapi data populasi secara menyeluruh.

Selain pendataan, program ini juga berkontribusi dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Sebanyak 84 peserta telah dilatih teknik survei menggunakan kamera pengintai, serta 16 peserta mendapatkan pelatihan manajemen dan analisis data dari berbagai lembaga, termasuk Unit Pelaksana Teknis Ditjen KSDAE dan BBKSDA Jawa Timur.

Baca Juga:  BCA Perpanjang Kerja Sama sebagai Bank Administrator RDN dan Bank Pembayaran 2024-2029

Direktur Yayasan SINTAS Indonesia, Hariyo T. Wibisono, mengungkapkan bahwa perubahan bentang alam akibat aktivitas manusia menjadi tantangan besar bagi kelangsungan hidup macan tutul Jawa.

Kondisi ini kerap memaksa satwa tersebut keluar dari habitat alaminya hingga mendekati permukiman warga.

Ia menekankan bahwa kebutuhan dasar macan tutul Jawa sebenarnya sederhana, yakni habitat yang aman, luas, dan saling terhubung.

“Hutan adalah rumah mereka, dan kehadiran manusia di sekitarnya pasti membawa dampak. Selama kita tidak mengganggu atau memprovokasi, satwa seperti macan tutul Jawa juga tidak akan menyerang. Maka, jika berbagi ruang semakin sulit, berbagi waktu adalah solusi yang paling realistis untuk tetap hidup berdampingan,” kata Hariyo.

Hariyo juga menyoroti pentingnya ketersediaan data yang akurat dalam mendukung strategi konservasi. Tanpa informasi terkait jumlah individu, struktur populasi, hingga konektivitas habitat, upaya pelestarian berisiko tidak tepat sasaran.

Pentingnya Hidup Berdampingan

Di tingkat masyarakat, kesadaran untuk hidup berdampingan dengan satwa liar juga mulai tumbuh. Randi, warga Ranu Pani, menyebut kemunculan macan tutul di sekitar permukiman bukan tanpa sebab.

“Macan tutul itu satwa liar, jadi nalurinya memang begitu, apalagi kalau dekat ternak warga. Tapi kami juga paham, mereka turun ke dekat kampung pasti ada sebabnya. Bisa jadi ekosistemnya sudah terganggu,” ujarnya.

Menurutnya, solusi utama bukan mengusir satwa, melainkan menjaga habitatnya.

Baca Juga:  Danamon, MUFG, dan Adira Finance Raih Penghargaan Prestisius

“Kalau tempatnya aman, mereka tidak akan turun ke warga. Jadi sebenarnya bukan soal mengusir, tapi bagaimana kita sama-sama menjaga supaya manusia dan macan tutul bisa tetap hidup berdampingan,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Tuangkat, petugas Balai Besar TNBTS. Ia menilai macan tutul merupakan bagian penting dari sistem kehidupan yang harus dihormati.

“Macan tutul itu bukan untuk dilawan, tapi dijaga keberadaannya. Kami percaya, kalau hutan tetap lestari, mereka tidak akan turun ke pemukiman. Kuncinya sederhana: jaga hutannya, hormati alamnya. Dengan begitu, manusia dan macan tutul bisa hidup berdampingan, seperti yang sudah diajarkan oleh leluhur kami sejak dulu,” tuturnya.

Di tengah tekanan terhadap ekosistem Pulau Jawa yang semakin meningkat, upaya konservasi ini menegaskan bahwa menjaga keseimbangan alam tidak hanya tentang menyelamatkan satu spesies, tetapi juga merawat hubungan harmonis antara manusia dan lingkungan. (ted)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Bank Central Asia BCA Macan Tutul Jawa TNBTS
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

PT Astra International Tbk

Desa Les Bali Jadi Model Desa Sejahtera Astra, Pendapatan Warga Naik 25 Persen Berbasis Wisata Berkelanjutan

3 Juli 2026 Bisnis

Danamon dan Danamon Syariah Raih Penghargaan Banking Customer Experience 2026, Perkuat Komitmen Tingkatkan Layanan Nasabah

3 Juli 2026 Bisnis
BSI, FOZ, dan POROZ berkolaborasi memperkuat pengelolaan zakat nasional melalui digitalisasi, literasi, dan integrasi ekosistem ekonomi syariah.

BSI Gandeng FOZ dan POROZ Perkuat Ekosistem Zakat Nasional, Potensi Rp340 Triliun Siap Dioptimalkan

12 Juni 2026 Bisnis

Perkuat Ketahanan Pangan, SIER dan Holding BUMN Danareksa Salurkan 3.000 Paket Kurban

29 Mei 2026 Bisnis
Bank Jatim meraih Digital Innovation Award 2026 berkat transformasi digital melalui JConnect dan inovasi layanan perbankan modern.

Bank Jatim Raih Digital Innovation Award 2026, JConnect Jadi Motor Transformasi Digital Perbankan

23 Mei 2026 Bisnis

Sony Masih Rahasiakan Jadwal Rilis PS6, Krisis Komponen Global Jadi Penentu Utama

12 Mei 2026 Bisnis
Leave A Reply Cancel Reply

PT Astra International Tbk

Desa Les Bali Jadi Model Desa Sejahtera Astra, Pendapatan Warga Naik 25 Persen Berbasis Wisata Berkelanjutan

3 Juli 2026
Berita Terbaru
Khofifah menyambut 120 murid ADEM Repatriasi 2026 di Jawa Timur dengan penguatan pendidikan berkualitas, karakter, dan wawasan kebangsaan.

Gubernur Khofifah Sambut 120 Murid ADEM Repatriasi 2026, Perkuat Pendidikan Berkualitas dan Nasionalisme di Jatim

3 Juli 2026
Polres Gresik bersama masyarakat dan lintas sektor menggelar aksi bersih pantai di Bungah untuk mendukung gerakan Indonesia ASRI dan menjaga ekosistem laut.

Polres Gresik Gandeng Masyarakat Gelar Aksi Bersih Pantai, Kampanyekan Gerakan Indonesia ASRI

3 Juli 2026
Dosen FTMM UNAIR menjadi pembicara kuliah tamu di Bayero University Kano, Nigeria, membahas nanokimia komputasi dan peluang kolaborasi riset.

Dosen FTMM UNAIR Paparkan Riset Nanokimia Komputasi pada Kuliah Tamu Internasional di Nigeria

3 Juli 2026

5 Cara Mengatasi Sulit Tidur Setelah Terbangun Tengah Malam, Jangan Langsung Lihat Jam!

3 Juli 2026
Ilustrasi emas batangan (foto: Jingming Pan/unsplash)

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp11.000 per Gram, Simak Daftar Lengkap Pecahan Terbaru

3 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.