Sidoarjo (beritajatim.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkeadilan bagi peserta Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Repatriasi Tahun 2026. Selain memperoleh akses pendidikan formal, para siswa juga akan mendapatkan pembinaan karakter, wawasan kebangsaan, serta pendampingan selama menempuh pendidikan di berbagai sekolah di Jawa Timur.
Komitmen tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri kegiatan penjemputan dan pembekalan peserta ADEM Repatriasi di Hotel Premiere Place Airport, Juanda, Sidoarjo, Kamis (2/7/2026). Kegiatan ini menjadi tahap awal penyambutan para putra-putri Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan melanjutkan pendidikan jenjang SMA dan SMK di Jawa Timur.
Program ADEM Repatriasi merupakan kebijakan afirmasi pemerintah untuk memberikan kesempatan pendidikan yang setara bagi anak-anak Warga Negara Indonesia yang tumbuh di luar negeri, khususnya anak pekerja migran. Melalui program tersebut, mereka memperoleh akses belajar di sekolah-sekolah mitra dengan dukungan pembinaan akademik maupun penguatan karakter.
Pada tahun 2026, sebanyak 120 murid mengikuti Program ADEM Repatriasi di Jawa Timur. Mereka berasal dari sejumlah wilayah penempatan PMI, yakni tujuh siswa dari Jeddah, Arab Saudi, lima siswa dari Johor Bahru, 90 siswa dari Sabah, serta 18 siswa dari Kuala Lumpur, Malaysia.
Hingga pelaksanaan pembekalan, sebanyak 92 peserta telah tiba di Jawa Timur. Sementara itu, sebagian peserta lainnya dijadwalkan menyusul dalam beberapa hari berikutnya karena masih menyelesaikan dokumen perjalanan, khususnya peserta yang berasal dari Kuala Lumpur.
Seluruh peserta akan menempuh pendidikan di 29 sekolah yang tersebar di 13 kabupaten/kota di Jawa Timur. Sekolah tersebut terdiri atas 18 SMA dan 11 SMK yang telah dipilih berdasarkan kualitas pendidikan, kesiapan fasilitas, serta kemampuan dalam mendampingi proses adaptasi peserta didik dari luar negeri.
Dalam arahannya, Khofifah menekankan bahwa Program ADEM Repatriasi bukan hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia yang unggul, berdaya saing, dan memiliki kecintaan terhadap Tanah Air. Ia menilai pendidikan karakter memiliki peran yang sama pentingnya dengan pencapaian akademik.
Khofifah juga meminta seluruh kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidik agar memperlakukan peserta ADEM Repatriasi sebagai bagian dari keluarga besar sekolah. Menurutnya, proses pendidikan harus mencakup pembelajaran, pembinaan karakter, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan agar para siswa mampu berkembang secara utuh.
Optimisme terhadap potensi peserta ADEM turut disampaikan Khofifah dengan mengacu pada capaian program afirmasi sebelumnya. Ia mengungkapkan bahwa lulusan Program ADEM Papua pada tahun ini berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan diterima di berbagai perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi maupun seleksi nasional. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kesempatan belajar yang setara mampu menghasilkan prestasi tanpa memandang latar belakang.
Selain aspek pendidikan, pembekalan juga diisi dengan penguatan rasa nasionalisme. Gubernur Khofifah membagikan Bendera Merah Putih kepada para peserta, kemudian mengajak mereka menyanyikan lagu Tanah Airku dan Bendera sebagai simbol kecintaan terhadap Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah mengingatkan bahwa Indonesia berdiri di atas keberagaman suku, budaya, dan adat istiadat yang dipersatukan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia juga menyinggung nilai luhur Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa yang berasal dari Kitab Sutasoma karya Mpu Tantular sebagai warisan sejarah dari Bumi Majapahit yang hingga kini menjadi fondasi persatuan bangsa.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa seluruh sekolah yang menerima peserta ADEM Repatriasi telah dipersiapkan untuk mendukung proses adaptasi, pembelajaran, dan pengembangan potensi siswa. Menurutnya, sekolah-sekolah tersebut dipilih agar para peserta dapat segera menyesuaikan diri dengan lingkungan belajar di Indonesia.
Apresiasi terhadap program tersebut juga disampaikan salah seorang peserta asal Sekolah Indonesia Johor Bahru, Malaysia, Nurul Syafah Aulia. Ia mengaku bersyukur memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan di Indonesia melalui Program ADEM Repatriasi. Baginya, program ini membuka peluang yang sebelumnya sulit diperoleh oleh anak-anak pekerja migran Indonesia di luar negeri.
Nurul juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan motivasi yang diberikan Gubernur Khofifah. Ia berharap dapat memanfaatkan kesempatan belajar tersebut untuk meraih prestasi sekaligus membawa nama baik Indonesia di masa depan.
Melalui Program ADEM Repatriasi 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menegaskan perannya sebagai daerah tujuan pendidikan yang tidak hanya menyediakan akses belajar berkualitas, tetapi juga membangun karakter, memperkuat nasionalisme, serta mencetak generasi muda Indonesia yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global. (hdl)


as a preferred source on Google




