Surabaya (beritajatim.id) – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan apresiasi terhadap peluncuran Komunitas Guru Menulis Jawa Pos sebagai bentuk kolaborasi antara sektor swasta dan dunia pendidikan dalam meningkatkan kompetensi guru. Inisiatif tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat budaya literasi, mendorong pengembangan profesionalisme pendidik, sekaligus membangun ekosistem pendidikan yang lebih kolaboratif.
Peluncuran komunitas yang berlangsung di Graha Pena Surabaya beberapa waktu lalu itu diikuti ratusan guru dari Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Kehadiran komunitas ini diharapkan menjadi ruang bagi para pendidik untuk mengasah keterampilan menulis, mendokumentasikan praktik baik pembelajaran, serta berbagi pengalaman yang dapat menjadi inspirasi bagi guru lainnya.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menilai langkah yang dilakukan Jawa Pos menunjukkan bahwa media massa dapat mengambil peran lebih luas dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Menurutnya, media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengembangkan kapasitas sumber daya manusia di sektor pendidikan.
Nunuk menjelaskan bahwa transformasi pendidikan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, Kemendikdasmen terus mendorong semangat Partisipasi Semesta dengan membuka ruang kolaborasi bersama media, dunia usaha, organisasi profesi, perguruan tinggi, dan masyarakat untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan nasional.
Ia menambahkan, kemampuan menulis merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki guru. Aktivitas menulis tidak hanya menjadi sarana mendokumentasikan pengalaman mengajar, tetapi juga membantu guru mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menyusun ide secara sistematis, serta melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah dijalankan.
Menurut Nunuk, budaya menulis juga menjadi bagian dari pembelajaran sepanjang hayat yang harus terus dikembangkan oleh setiap pendidik. Melalui karya tulis, pengalaman yang diperoleh di ruang kelas dapat memberikan manfaat lebih luas bagi dunia pendidikan.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyambut baik hadirnya Komunitas Guru Menulis Jawa Pos. Ia menilai komunitas tersebut dapat menjadi wadah bagi guru untuk mendokumentasikan berbagai inovasi pembelajaran yang lahir dari pengalaman nyata di sekolah.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial (AI), Aries menegaskan bahwa pengalaman langsung guru dalam mendampingi peserta didik tetap menjadi keunggulan yang tidak dapat digantikan oleh teknologi. Menurutnya, interaksi, empati, dan kemampuan memahami karakter siswa merupakan nilai yang hanya dimiliki oleh seorang pendidik.
Aries juga menyampaikan pesan Gubernur Jawa Timur agar para guru terus menghasilkan karya tulis sebagai bentuk kontribusi terhadap kemajuan pendidikan. Melalui tulisan, pengalaman dan gagasan para pendidik diyakini dapat memberikan manfaat yang lebih luas serta menjadi warisan pengetahuan bagi generasi mendatang.
Sementara itu, Direktur Utama Jawa Pos Koran, Leak Kustiyo, mengatakan Komunitas Guru Menulis dibentuk untuk menghadirkan lebih banyak karya berkualitas yang lahir dari pengalaman para guru di lapangan. Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-77 Jawa Pos, komunitas tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang mendorong lahirnya tulisan yang informatif, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Melalui sinergi antara pemerintah, media massa, dan kalangan pendidik, penguatan budaya literasi guru diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Selain memperkaya referensi pendidikan, kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan Indonesia yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan. (hdl)


as a preferred source on Google




