Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
[gtranslate]
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Lifestyle»Donor Darah Bisa Jadi Deteksi Dini Hipertensi, Ini Penjelasannya

Donor Darah Bisa Jadi Deteksi Dini Hipertensi, Ini Penjelasannya

Hendro D. LaksonoHendro D. Laksono Lifestyle 19 April 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Donor darah tak hanya menyelamatkan nyawa, tapi juga membantu deteksi dini hipertensi melalui pemantauan tekanan darah rutin.
Donor darah tak hanya menyelamatkan nyawa, tapi juga membantu deteksi dini hipertensi melalui pemantauan tekanan darah rutin (foto: Nguyen Hiep/unsplash)

Surabaya (beritajatim.id) – Donor darah selama ini dikenal sebagai aksi kemanusiaan untuk membantu pasien yang membutuhkan. Namun di balik itu, aktivitas ini juga memiliki manfaat kesehatan yang kerap luput dari perhatian, yakni membantu mendeteksi dini tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Organisasi kemanusiaan American Red Cross menekankan bahwa kondisi kesehatan pendonor merupakan bagian penting dari proses donor. Setiap kali seseorang mendonorkan darah, sejumlah parameter vital seperti kadar hemoglobin, denyut nadi, dan tekanan darah akan dicatat dalam sistem yang aman. Data ini memungkinkan pendonor memantau kondisi kesehatannya dari waktu ke waktu.

Hipertensi sendiri merupakan kondisi umum yang sering tidak disadari penderitanya. Tekanan darah tinggi terjadi ketika aliran darah dalam arteri berada pada tekanan yang lebih tinggi dari normal. Kondisi ini memaksa jantung bekerja lebih keras, yang dalam jangka panjang dapat merusak organ vital seperti jantung dan ginjal, serta meningkatkan risiko gagal jantung, serangan jantung, hingga stroke.

Yang menjadi perhatian, hipertensi kerap dijuluki sebagai “silent killer” karena hampir tidak menimbulkan gejala. Seseorang bisa hidup bertahun-tahun tanpa menyadari tekanan darahnya sudah berada pada level berbahaya. Oleh karena itu, pemeriksaan rutin menjadi satu-satunya cara untuk mengetahui kondisi ini.

Data dari American Red Cross menunjukkan bahwa sekitar 20 persen pendonor darah, trombosit, dan plasma menunjukkan tanda-tanda kemungkinan hipertensi. Angka ini mencerminkan bahwa masih banyak kasus tekanan darah tinggi yang belum terdiagnosis dan tertangani dengan baik.

Baca Juga:  Waspadai Hujan Petir di Surabaya, Diprediksi Sore hingga Malam!

Hipertensi biasanya berkembang seiring waktu dan lebih sering terjadi pada usia yang lebih tua. Sejumlah faktor risiko turut berkontribusi, seperti kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, kurang aktivitas fisik, hingga riwayat keluarga. Selain itu, kondisi seperti obesitas dan diabetes juga meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami hipertensi.

Meski demikian, sebagian besar orang dengan tekanan darah tinggi tetap dapat mendonorkan darah, termasuk mereka yang mengonsumsi obat antihipertensi. Hanya individu dengan tekanan darah di atas 180/100 mmHg pada hari donor yang tidak diperbolehkan, karena kondisi tersebut memerlukan penanganan medis segera.

Melalui data yang dikumpulkan saat donor, pendonor dapat melihat tren tekanan darah mereka dari waktu ke waktu. Informasi ini sangat berguna saat dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk menentukan langkah penanganan yang tepat, baik melalui perubahan pola makan, gaya hidup, maupun pengobatan.

Para ahli menekankan pentingnya mengetahui angka tekanan darah secara rutin. Diagnosis hipertensi biasanya tidak hanya berdasarkan satu kali pengukuran, melainkan memerlukan beberapa kali pemeriksaan dalam periode tertentu. Data dari kegiatan donor darah bisa menjadi pelengkap penting dalam proses tersebut.

Sejak 2017, pedoman dari asosiasi kardiologi di Amerika Serikat menetapkan bahwa tekanan darah tinggi dimulai pada angka 130/80 mmHg atau lebih. Standar ini menunjukkan bahwa batasan hipertensi kini lebih rendah dibandingkan sebelumnya, sehingga deteksi dini menjadi semakin krusial.

Baca Juga:  Gagal Jadi PNS Meski Lolos CPNS? Ini 7 Penyebab Utama yang Wajib Diwaspadai

Dengan demikian, donor darah tidak hanya menjadi bentuk kontribusi sosial, tetapi juga sarana pemantauan kesehatan pribadi. Kesadaran akan manfaat ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk rutin mendonorkan darah sekaligus lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya sendiri. (hdl)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
donor darah hipertensi kesehatan jantung
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

teh kopi

Fakta Medis Teh Hijau: Bantu Kendalikan Tekanan Darah, Kolesterol, dan Gula Darah Secara Alami

20 Juni 2026 Lifestyle

5 Alasan Mengapa Gaya Hidup Harus Disesuaikan dengan Kemampuan, Jangan Sampai Terjebak Gengsi

19 Juni 2026 Lifestyle

Cara Menagih Hutang dengan Sopan Tanpa Menimbulkan Konflik

19 Juni 2026 Lifestyle

4 Minuman yang Aman Dikonsumsi Malam Hari, Bantu Tubuh Lebih Nyenyak

19 Juni 2026 Lifestyle

Cara Membuat Es Americano Tanpa Mesin Espresso, Praktis dan Rasanya Mirip Kafe

18 Juni 2026 Lifestyle

7 Minuman yang Baik untuk Kesehatan Ginjal, Cocok Dikonsumsi Saat Memulai Hari

12 Juni 2026 Lifestyle
Leave A Reply Cancel Reply

Pemkot Surabaya mendukung penuh SWF 2026 dan berencana memasukkannya ke kalender event tahunan untuk mendorong industri pernikahan dan ekonomi lokal.

Pemkot Surabaya Dukung SWF 2026 Jadi Agenda Tahunan, Dorong Industri Pernikahan dan Ekonomi Lokal

20 Juni 2026
Berita Terbaru
Bupati Mojokerto mengapresiasi peran Universitas KH Abdul Chalim dalam memajukan pendidikan saat asesmen akreditasi Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam.

Bupati Mojokerto Apresiasi Komitmen Universitas KH Abdul Chalim Saat Asesmen Akreditasi Prodi KPI

20 Juni 2026
Polres Kediri sukses meraih gelar juara putra dan putri pada Kejuaraan Beladiri Polri Piala Kapolda Jatim 2026 dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.

Polres Kediri Borong Gelar Juara Kejuaraan Beladiri Polri Piala Kapolda Jatim 2026 Hari Bhayangkara ke-80

20 Juni 2026
Personel Polres Blitar membersihkan sampah usai mengamankan aksi Sobat MBG di Alun-Alun Kanigoro sebagai wujud kepedulian lingkungan.

Usai Pengamanan, Personel Polres Blitar Turun Bersihkan Sampah di Alun-Alun Kanigoro

20 Juni 2026

5 Alasan Mengapa Gaya Hidup Harus Disesuaikan dengan Kemampuan, Jangan Sampai Terjebak Gengsi

19 Juni 2026

Cara Menagih Hutang dengan Sopan Tanpa Menimbulkan Konflik

19 Juni 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.