Surabaya (beritajatim.id) – Film drama romantis Sore: Istri dari Masa Depan mencetak prestasi gemilang di dunia perfilman Indonesia. Tayang perdana pada 10 Juli 2025, film ini resmi menembus 2 juta penonton hanya dalam 17 hari. Capaian ini diumumkan langsung oleh rumah produksi Cerita Films melalui akun Instagram resmi mereka pada Sabtu (26/7/2025).
“Terima kasih yang tak terhingga untuk 2.000.000++ penonton yang sudah menonton film Sore di bioskop hingga sore ini,” tulis @cerita_films dalam unggahan tersebut.
Angka dua juta penonton ini bukan hanya menjadi pencapaian besar bagi industri film nasional, tapi juga mencatatkan rekor personal bagi sang penulis sekaligus sutradara, Yandy Laurens. Film ini kini menjadi karya terlaris sepanjang karier Yandy, mengungguli beberapa film populernya seperti Keluarga Cemara (2019) dengan 1,7 juta penonton, 1 Kakak 7 Ponakan (2025) dengan 1,2 juta penonton, dan Jatuh Cinta Seperti di Film-Film (2023) yang meraih 648 ribu penonton.
Tak hanya mencetak rekor pribadi, Sore: Istri dari Masa Depan juga melesat masuk ke jajaran 10 besar film Indonesia terlaris tahun 2025. Per 26 Juli, film ini menempati posisi ketujuh, hanya berselisih tipis dari Qodrat 2 yang telah meraih 2,2 juta penonton.
Dengan selisih sekitar 200 ribu penonton, peluang Sore untuk naik ke posisi enam terbuka lebar, apalagi mengingat tren jumlah penonton yang terus meningkat setiap harinya. Namun, persaingan semakin ketat karena film Jalan Pulang masih mendominasi dengan 2,8 juta penonton dan juga masih tayang di bioskop seluruh Indonesia.
Dalam kurun waktu kurang dari tiga minggu, Sore: Istri dari Masa Depan menunjukkan performa luar biasa. Dalam seminggu terakhir saja, film ini berhasil menambah hampir 1 juta penonton baru, menunjukkan betapa tingginya antusiasme masyarakat terhadap film bergenre drama romantis ini.
Film ini dibintangi oleh pasangan aktor-aktris kenamaan Sheila Dara Aisha dan Dion Wiyoko, yang berhasil membangun chemistry kuat dan menyentuh hati penonton. Ceritanya mengangkat tema fiksi ilmiah tentang perjalanan waktu yang dibalut dengan dinamika hubungan rumah tangga dan dilema pilihan hidup, membuat film ini terasa unik dan relevan dengan penonton masa kini.
Yandy Laurens kembali membuktikan kemampuannya sebagai salah satu sutradara dan penulis skenario paling konsisten dan berkualitas di Indonesia. Selain Sore: Istri dari Masa Depan, Yandy sebelumnya sukses dengan film-film seperti Keluarga Cemara, Jatuh Cinta Seperti di Film-Film, dan 1 Kakak 7 Ponakan. Ia juga dikenal lewat karya-karya serial web yang menyentuh dan digemari, seperti Sore: Istri dari Masa Depan (2017) versi original, Mengakhiri Cinta dalam 3 Episode (2018), hingga Yang Hilang dalam Cinta (2022).
Kesuksesan film Sore menjadi bukti bahwa cerita-cerita personal dan emosional tetap memiliki tempat spesial di hati penonton Indonesia, bahkan di tengah gempuran film-film aksi dan horor. (aga)


as a preferred source on Google



