Semarang (beritajatim.com) – Musisi elektronik independen asal Semarang, Dipaaa, resmi merilis single terbarunya yang berjudul “So What If It’s Not Jakarta”, berkolaborasi dengan vokalis berbakat Leni Ibrahim.
Lagu ini hadir di seluruh platform streaming musik digital mulai 7 Juli 2025 dan menjadi semacam pernyataan musikal bahwa kreativitas tak melulu harus berpusat di ibu kota.
Dengan nuansa electro-pop yang segar dan berlapis synth, single ini menggambarkan dinamika dan semangat kota Semarang secara otentik. Alunan beat yang enerjik berpadu dengan vokal dreamy khas Leni Ibrahim, menciptakan pengalaman audio yang tak hanya menghentak tetapi juga sarat makna.
Menurut Dipaaa, proyek ini awalnya hanya dibuat secara spontan.
“Awalnya ini project iseng banget, cuma buat cari kegiatan,” kata Dipaaa. “Tapi lama-lama kok lagunya jadi asik, akhirnya kami seriusin dan rilis aja.”
Inspirasi musik ini juga datang dari grup electro-pop asal Jakarta, White Chorus, yang dikenal dengan aransemen synth yang nostalgic. Meski begitu, Dipaaa dan Leni berhasil memberikan sentuhan lokal khas Semarang, menjadikan lagu ini unik dan berbeda dari tipikal electro-pop mainstream.
Lebih dari sekadar karya musik, “So What If It’s Not Jakarta” adalah bentuk kritik halus terhadap cara pandang yang terlalu terpusat pada Jakarta. Lagu ini mengajak pendengar untuk melihat potensi besar yang dimiliki kota-kota lain, termasuk Semarang, dalam melahirkan karya seni dan budaya yang layak diperhitungkan.
Dengan lirik yang menyentil namun penuh semangat, lagu ini menyuarakan bahwa Semarang juga punya cerita.
Nyalakan lagunya, rasakan atmosfer kotanya—karena tak hanya Jakarta yang layak dirayakan. (ted)


as a preferred source on Google



