Surabaya (beritajatim.id) – Keberhasilan program hamil (promil) tidak hanya bergantung pada kesehatan reproduksi perempuan, tetapi juga dipengaruhi oleh kualitas sperma pria. Sperma yang memiliki jumlah cukup, bentuk normal, dan kemampuan bergerak (motilitas) yang baik akan meningkatkan peluang terjadinya pembuahan.
Selain menjaga pola hidup sehat, asupan nutrisi harian menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung proses pembentukan sperma. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa makanan yang kaya vitamin, mineral, antioksidan, hingga lemak sehat dapat membantu melindungi sperma dari kerusakan akibat radikal bebas sekaligus meningkatkan kualitasnya.
Sperma atau spermatozoa merupakan sel reproduksi pria yang diproduksi di dalam testis melalui proses spermatogenesis. Sel ini membawa setengah materi genetik manusia untuk membuahi sel telur sehingga memulai proses kehamilan.
Agar proses tersebut berjalan optimal, tubuh membutuhkan berbagai nutrisi seperti zinc (seng), vitamin C, vitamin E, asam folat, selenium, hingga asam lemak omega-3.
Daftar Makanan yang Baik untuk Kualitas Sperma
1. Tiram dan Kerang
Tiram dan kerang dikenal sebagai sumber zinc alami yang sangat tinggi. Mineral ini berperan penting dalam pembentukan hormon reproduksi pria sekaligus membantu meningkatkan jumlah serta volume sperma.
Kekurangan zinc diketahui dapat berdampak pada penurunan kualitas sperma dan kesuburan pria.
2. Ikan Berlemak
Salmon, sarden, dan makarel mengandung asam lemak omega-3 yang bermanfaat untuk kesehatan reproduksi.
Omega-3 berperan dalam meningkatkan jumlah sperma, memperbaiki motilitas, serta membantu menjaga struktur membran sel sperma agar tetap sehat.
3. Telur
Telur merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang juga kaya vitamin E.
Kandungan antioksidan di dalamnya membantu melindungi sperma dari kerusakan akibat stres oksidatif sehingga kualitas sel reproduksi tetap terjaga.
4. Sayuran Hijau
Sayuran seperti bayam, brokoli, dan taoge kaya akan asam folat (vitamin B9).
Nutrisi ini penting dalam pembentukan DNA sperma dan dapat membantu mengurangi risiko kelainan bentuk sperma yang berpotensi memengaruhi proses pembuahan.
5. Buah Tinggi Vitamin C
Jeruk, jambu biji, dan stroberi menjadi pilihan buah yang kaya vitamin C.
Sebagai antioksidan, vitamin C membantu melindungi DNA sperma dari kerusakan akibat radikal bebas sekaligus mendukung peningkatan kualitas dan daya tahan sperma.
6. Kacang-kacangan dan Biji-bijian
Kenari, almond, serta biji labu mengandung selenium dan omega-3 yang baik bagi kesehatan reproduksi pria.
Kombinasi nutrisi tersebut diketahui dapat meningkatkan motilitas sperma sehingga peluang mencapai sel telur menjadi lebih besar.
7. Tomat
Tomat merupakan salah satu sumber likopen terbaik.
Likopen adalah antioksidan yang dalam sejumlah penelitian dikaitkan dengan peningkatan jumlah sperma, kualitas bentuk sperma, serta kesehatan reproduksi pria secara keseluruhan.
Pola Hidup Sehat Juga Berpengaruh
Perubahan pola makan memang dapat membantu meningkatkan kualitas sperma, tetapi hasilnya tidak terjadi secara instan.
Proses pembentukan sperma berlangsung sekitar 72 hingga 74 hari, sehingga manfaat dari pola makan sehat umumnya baru terlihat setelah dua hingga tiga bulan dijalankan secara konsisten.
Selain memperhatikan asupan makanan, pria yang sedang menjalani program hamil juga disarankan menerapkan gaya hidup sehat, seperti:
- Berhenti merokok.
- Membatasi konsumsi minuman beralkohol.
- Menjaga berat badan ideal.
- Rutin berolahraga.
- Mengurangi paparan panas berlebih pada area testis, misalnya akibat terlalu lama memangku laptop atau sering berendam air panas.
- Tidur yang cukup dan mengelola stres.
Kualitas Sperma Perlu Dijaga Sejak Dini
Kesuburan pria dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari usia, pola hidup, hingga asupan nutrisi. Karena itu, menjaga kualitas sperma tidak hanya penting bagi pasangan yang sedang menjalani program hamil, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan reproduksi jangka panjang.
Jika pasangan telah rutin menjalani program hamil selama lebih dari satu tahun tanpa hasil, konsultasi ke dokter spesialis andrologi atau spesialis kandungan dapat menjadi langkah yang tepat untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai. (aga)


as a preferred source on Google




