Serang (beritajatim.id) – Malut United memulai musim BRI Super League 2025/26 dengan hasil gemilang usai menundukkan Dewa United Banten FC 3-1 di Banten International Stadium (BIS), Sabtu (9/8/2025) malam WIB.
Tiga gol kemenangan tim tamu dicetak oleh Ciro Alves pada menit ke-32, Yakob Sayuri di awal babak kedua (46′), dan David da Silva melalui titik penalti (69′). Sementara satu-satunya gol balasan Dewa United dicetak Alexis Messidoro di menit ke-84.
Hasil ini menjadi pukulan bagi tim asuhan Jan Olde Riekerink yang mengincar kemenangan pada laga pembuka. Pelatih asal Belanda itu mengakui kelemahan timnya terutama dalam menghadapi situasi transisi.
“Gol pertama adalah transisi, gol kedua kesalahan individu, dan yang ketiga, penalti, juga dari transisi. Kami dibunuh oleh momen-momen transisi,” ujar Jan Olde.
Pemain Dewa United, Taisei Marukawa, menegaskan pentingnya segera melupakan kekalahan ini dan fokus menghadapi pertandingan kedua melawan Semen Padang FC di Stadion Haji Agus Salim, Jumat (15/8/2025) mendatang.
Di sisi lain, kemenangan ini menjadi jawaban manis bagi pelatih Malut United, Hendri Susilo, yang sebelumnya diragukan kemampuannya untuk bersaing dengan 17 pelatih asing di kompetisi kasta tertinggi Indonesia musim ini.
Pelatih asal Bukittinggi itu menilai hasil positif tersebut berkat kekompakan tim. “Kemenangan ini berkat kerja kolektif. Ada keharmonisan antara pemain, pelatih, dan manajemen. Situasi baik di ruang ganti dan di lapangan, itu yang kita jaga,” kata Hendri.
Hendri, yang menjadi satu-satunya pelatih lokal di BRI Super League 2025/26, merendah atas pencapaiannya.
“Saya pelatih kampung. Mungkin rezeki saya baik saja karena dipercaya melatih Malut United. Saya enjoy saja, tidak ada beban,” ujarnya.
Dengan filosofi kebersamaan, Hendri kerap memberi peran lebih kepada asisten pelatih dan direktur teknik untuk menyampaikan instruksi di pinggir lapangan, meski tetap memegang kendali penuh tim.
Kemenangan atas Dewa United menjadi modal berharga bagi Malut United untuk melanjutkan tren positif di laga-laga berikutnya. (hdl)


as a preferred source on Google




