Bilbao (beritajatim.id) – Tim Nasional Palestina dijadwalkan melakoni pertandingan persahabatan di Bilbao pada 15 November 2025 melawan Tim Nasional Basque, sebuah federasi sepak bola yang tidak diakui resmi oleh FIFA.
Laga yang akan berlangsung di Stadion San Mames ini digelar sebagai bentuk penghormatan bagi korban genosida di Gaza akibat serangan militer Israel. Pertandingan tersebut diorganisir oleh Federasi Sepak Bola Basque bekerja sama dengan Federasi Sepak Bola Palestina.
Pertandingan ini menjadi momentum bersejarah bagi Palestina, yang awal tahun ini nyaris lolos ke Piala Dunia. Federasi Sepak Bola Palestina menyebut laga di Bilbao sebagai “perayaan solidaritas” sekaligus penghormatan kepada para korban di Jalur Gaza.
Dukungan untuk Palestina juga sudah terlihat di Spanyol. Sebelum laga Liga Champions antara Athletic Club kontra Arsenal yang berakhir dengan kekalahan 0-2, suporter Athletic membentangkan bendera Palestina dengan pesan berbahasa Basque: “Kami akan berada di sisimu dari hari ini hingga hari terakhir.”
Isu Palestina di Spanyol
Invasi Israel ke Gaza terus menuai kecaman global. Spanyol menjadi salah satu negara pertama yang secara resmi mengakui Palestina pada 2024. Perdana Menteri Pedro Sanchez bahkan secara terbuka mengecam aksi militer Israel yang menyebabkan korban jiwa terus meningkat.
Dukungan serupa juga muncul di ajang olahraga lain. Balap sepeda La Vuelta a España terpaksa menghentikan beberapa etape dan membatalkan rute akhir ke Madrid setelah aksi protes besar-besaran terhadap keikutsertaan tim asal Israel.
Madrid Pilih Kontra
Meski demikian, sikap pro-Palestina tidak merata di seluruh Spanyol. Presiden Pemerintah Daerah Madrid, Isabel Diaz Ayuso, baru-baru ini melarang pengibaran bendera Palestina di sekolah dan universitas.
Bahkan, suporter yang membawa bendera Palestina ke Stadion Santiago Bernabeu saat laga Real Madrid melawan Olympique Marseille juga diminta melepas atribut tersebut sebelum masuk stadion.
Pertandingan persahabatan di Bilbao pada November mendatang pun dipandang sebagai simbol kuat persatuan antara Basque dan Palestina, sekaligus pesan politik terhadap kondisi kemanusiaan di Gaza. (aga)


as a preferred source on Google




