Seoul (beritajatim.id) – Tren fesyen Y2K yang terinspirasi dari gaya akhir 1990-an hingga awal 2000-an terus menunjukkan eksistensinya dalam dunia mode. Apa yang awalnya dianggap sebagai nostalgia sesaat kini justru berkembang menjadi arus utama yang didekati dengan penuh antusiasme, terutama oleh generasi Gen Z. Di balik kembalinya tren ini, nama Jennie BLACKPINK menjadi salah satu sosok paling berpengaruh yang mendorong popularitas gaya Y2K ke tingkat global.
Salah satu elemen kunci dari gaya Y2K yang terus dihidupkan Jennie adalah siluet low-rise atau celana dan rok dengan potongan pinggang rendah. Dalam bahasa Korea dikenal sebagai “low waist”, gaya ini memberikan tampilan yang lebih rendah dari pinggang alami, berkebalikan dengan gaya high-waist yang sempat mendominasi tren sebelumnya. Low-rise fashion memberikan kesan ramping pada bagian pinggang, menciptakan siluet feminin namun tetap berani dan edgy, menjadikannya pilihan favorit di antara para pencinta mode.
Jennie kerap tampil dengan berbagai variasi gaya low-rise, mulai dari celana longgar bergaya kasual hingga rok mini yang memperlihatkan kepercayaan diri dan keanggunannya. Ia juga sering memadukan bawahan low-rise dengan atasan crop top, menonjolkan bagian perut dan menciptakan tampilan yang modern serta chic, khas gaya Y2K.
Bagi sebagian orang yang merasa kurang nyaman memperlihatkan bagian perut, Jennie memberikan solusi styling yang sederhana namun efektif: menyelipkan sedikit bagian bawah kaus atau atasan ke dalam pinggang celana atau rok. Trik ini memberikan ilusi potongan rendah tanpa mengekspos terlalu banyak kulit, sambil tetap mempertahankan estetika Y2K yang elegan dan kekinian.
Gaya yang ditampilkan Jennie tidak hanya sekadar fesyen, tapi juga bentuk ekspresi diri yang menyatu dengan citra dirinya sebagai ikon pop dan trendsetter global. Popularitasnya dalam menghidupkan kembali tren-tren retro telah memengaruhi banyak desainer, selebritas, dan penggemar fashion di seluruh dunia untuk kembali mengeksplorasi gaya awal milenium yang kini tampil lebih segar dan relevan.
Dengan perpaduan antara gaya vintage dan sentuhan modern, Jennie berhasil membuktikan bahwa Y2K bukan sekadar tren masa lalu, melainkan bagian dari identitas fesyen masa kini — berani, dinamis, dan penuh karakter. (mnd/hdl)


as a preferred source on Google



