Surabaya (beritajatim.id) – Final ideal tersaji di Piala Afrika 2025. Tuan rumah Maroko dipastikan akan berhadapan dengan Senegal pada laga puncak setelah kedua tim sukses menyingkirkan lawan berat di babak semifinal. Duel ini diprediksi menjadi salah satu final paling sengit dalam sejarah turnamen sepak bola Afrika.
Maroko melaju ke final lewat pertandingan penuh drama. Atlas Lions harus bertarung selama 120 menit sebelum akhirnya menyingkirkan Nigeria melalui adu penalti dengan skor 4-2. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Prince Moulay Abdullah, Rabat, Kamis (15/1/2026) dini hari WIB, Maroko tampil disiplin, solid, dan menunjukkan mental kuat sepanjang laga.
Sepanjang pertandingan, Maroko mampu menjaga organisasi permainan dengan baik meski mendapat tekanan dari Nigeria. Ketangguhan lini belakang serta ketenangan para eksekutor penalti menjadi kunci keberhasilan tuan rumah melangkah ke partai final.
Sementara itu, Senegal memastikan tiket ke final usai menaklukkan Mesir dengan skor tipis 1-0 di Stadion Tangier Grand, Tangier, dini hari WIB. Gol semata wayang kemenangan Senegal dicetak Sadio Mané pada menit ke-78.
Hasil tersebut mengantarkan Senegal ke final ketiga dalam empat edisi terakhir Piala Afrika. Konsistensi Lions of Teranga di level tertinggi sepak bola Afrika kembali terbukti, sekaligus menegaskan status mereka sebagai salah satu kekuatan dominan dalam beberapa tahun terakhir.
Usai pertandingan, Sadio Mané mengaku puas dengan performa timnya yang bermain disiplin dan terorganisasi.
“Kami bermain sebagai satu tim sejak awal. Kami meminimalkan kesalahan dan mampu mengontrol jalannya pertandingan. Semua tim di final sangat kuat, tapi kami akan mempersiapkan diri sebaik mungkin,” ujar Mané, dikutip dari laman resmi Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).
Pelatih Senegal, Pape Thiaw, juga menegaskan bahwa kemenangan atas Mesir diraih melalui kerja keras seluruh pemain.
“Para pemain menunjukkan determinasi luar biasa. Mesir memberikan perlawanan sengit, namun fokus kami sekarang adalah mempersiapkan final dengan maksimal,” tegasnya.
Di sisi lain, pelatih Mesir Hossam Hassan tetap memberikan apresiasi kepada skuadnya meski gagal melangkah ke final.
“Saya bangga dengan para pemain karena telah berjuang untuk bangsa dan rakyat Mesir. Senegal bermain sangat baik dan pantas mendapatkan hasil ini,” ungkap Hossam.
Final Maroko vs Senegal bukan sekadar perebutan gelar juara. Maroko berambisi meraih trofi Piala Afrika kedua dalam sejarah mereka, sekaligus memaksimalkan keuntungan sebagai tuan rumah. Sementara Senegal mengusung misi memperpanjang dominasi dan mengukuhkan diri sebagai penguasa sepak bola Afrika.
Laga final dijadwalkan berlangsung di Stadion Prince Moulay Abdullah, Rabat, pada Minggu (18/1/2026) malam waktu setempat. Adapun pertandingan perebutan tempat ketiga yang mempertemukan Mesir vs Nigeria akan digelar di Stadion Mohammed V, Casablanca, Sabtu (17/1/2026) petang waktu setempat. (aga)


as a preferred source on Google




