West Bridgford (beritajatim.id) – Nottingham Forest akan menjamu Crystal Palace di City Ground pada Minggu dalam lanjutan Premier League, dengan kepercayaan diri tinggi menyusul tren positif yang sedang mereka bangun. Tim tuan rumah berpeluang memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi empat pertandingan di kompetisi domestik.
Forest memasuki laga ini dengan modal impresif setelah menutup fase liga Liga Europa dengan kemenangan meyakinkan 4-0 atas Ferencváros di City Ground. Di Premier League, performa Forest juga menunjukkan konsistensi, dengan dua kemenangan tandang atas West Ham United dan Brentford, serta hasil imbang tanpa gol melawan pemuncak klasemen di kandang sendiri.
Stabilitas permainan menjadi kunci kebangkitan Forest dalam beberapa pekan terakhir. Lini belakang tampil lebih disiplin, sementara efektivitas serangan meningkat, terutama saat bermain di hadapan pendukung sendiri.
Di sisi lain, Crystal Palace datang ke Nottingham dalam situasi yang kurang ideal. Tim asal London Selatan tersebut belum mencatatkan kemenangan liga sejak awal Desember. Dalam periode tersebut, Palace hanya mampu mengumpulkan dua poin di Premier League, membuat mereka tertahan di papan tengah klasemen.
Meski begitu, Palace tetap bukan lawan yang bisa diremehkan. Klub ini tengah menjalani musim bersejarah setelah menjuarai FA Cup untuk pertama kalinya, berkat gol tunggal Eberechi Eze ke gawang Manchester City di final. Kesuksesan tersebut berlanjut dengan kemenangan di ajang Community Shield melawan Liverpool, menambah kepercayaan diri skuad asuhan Oliver Glasner di level nasional.
Secara historis, Crystal Palace dikenal sebagai tim stabil di Premier League. Sejak promosi pada musim 2013/14, The Eagles konsisten bertahan di kasta tertinggi dan sempat meningkatkan level performa mereka pada musim 2024/25.
Pertandingan ini juga memiliki sentuhan nostalgia melalui sosok Julian Bennett. Mantan bek Nottingham Forest tersebut pernah memperkuat kedua klub, termasuk menjalani masa peminjaman di Crystal Palace pada musim 2010/11. Bennett kini kerap kembali ke City Ground sebagai bagian dari kegiatan legenda klub, memperkuat ikatan emosional jelang laga.
Dari sisi perangkat pertandingan, Michael Salisbury akan memimpin laga ini. Wasit tersebut menjalani musim sibuk dengan memimpin sembilan pertandingan Premier League sejauh musim 2025/26, termasuk kemenangan Bournemouth atas Liverpool pada akhir Januari. Salisbury dikenal cukup tegas, dengan catatan 41 kartu kuning di liga musim ini, meski belum mengeluarkan kartu merah atau menghadiahkan penalti.
Ia akan dibantu oleh Marc Perry dan Alistair Nelson sebagai asisten wasit, dengan James Linnington bertugas sebagai ofisial keempat. Sementara itu, Tony Harrington akan mengawasi VAR, didampingi Adam Nunn sebagai asisten VAR.
Pertandingan ini menjadi ujian konsistensi bagi Nottingham Forest. Momentum positif dan keuntungan bermain di kandang memberi mereka peluang realistis untuk meraih poin penuh. Namun, Palace memiliki pengalaman dan kualitas individu yang mampu mencuri hasil, terutama jika Forest gagal menjaga intensitas permainan.
Kunci laga diperkirakan berada pada duel lini tengah serta kemampuan Forest memanfaatkan tekanan awal. Bagi Palace, efektivitas serangan balik dan ketenangan di momen krusial akan menjadi penentu untuk mengakhiri paceklik kemenangan liga.
Dengan latar belakang performa kontras kedua tim, laga di City Ground berpotensi menghadirkan cerita penting dalam persaingan Premier League pekan ini. (ris)


as a preferred source on Google




