Surabaya (beritajatim.id) – Barcelona harus menelan kekalahan telak saat bertandang ke markas Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Copa del Rey musim 2025/2026. Bermain di Stadion Metropolitano, Jumat (13/2/2026) dini hari WIB, Blaugrana tumbang empat gol tanpa balas.
Petaka bagi FC Barcelona datang sangat cepat. Baru enam menit laga berjalan, Eric Garcia melakukan gol bunuh diri yang membuat tuan rumah unggul lebih dulu. Gol tersebut langsung mengganggu ritme permainan Barcelona yang terlihat kesulitan mengembangkan permainan.
Pada menit ke-14, Antoine Griezmann menggandakan keunggulan Atletico setelah memaksimalkan umpan Nahuel Molina. Serangan cepat dan efektif membuat lini belakang Barcelona kewalahan.
Dominasi tuan rumah berlanjut di menit ke-33. Ademola Lookman sukses menuntaskan assist dari Julian Alvarez untuk membawa Los Colchoneros unggul 3-0.
Menjelang turun minum, tepatnya pada menit 45+2, giliran Julian Alvarez yang mencatatkan namanya di papan skor usai menerima umpan Lookman. Seluruh gol Atletico pada laga ini tercipta di babak pertama, sekaligus menutup paruh awal dengan keunggulan telak 4-0.
Memasuki babak kedua, Barcelona mencoba bangkit dan tampil lebih disiplin. Mereka sempat mencetak gol lewat Pau Cubarsi pada menit ke-52, namun dianulir wasit karena offside. Upaya mengejar ketertinggalan makin sulit setelah Eric Garcia menerima kartu merah di menit ke-85.
Skor 4-0 bertahan hingga laga usai, memberi keuntungan besar bagi Atletico Madrid jelang leg kedua.
Kemenangan empat gol tanpa balas ini mengingatkan pada pertemuan kedua tim di Copa del Rey musim 1988/1989. Saat itu, Atletico Madrid juga menang 4-0 atas Barcelona pada 12 April 1989.
Kala itu Barcelona ditangani legenda sepak bola, Johan Cruyff, dan diperkuat pemain-pemain besar seperti Andoni Zubizarreta serta Gary Lineker. Namun mereka tetap takluk empat gol tanpa balas.
Pada laga tersebut, gol Atletico dicetak oleh Donato (6’), Baltazar (53’, 69’), dan Manolo (84’). Bedanya, pada semifinal musim ini, seluruh gol Atletico tercipta hanya dalam 45 menit pertama.
Hasil ini menempatkan Atletico Madrid di posisi sangat menguntungkan untuk melaju ke final, sementara Barcelona membutuhkan keajaiban pada leg kedua jika ingin membalikkan keadaan. (aga)


as a preferred source on Google




