Jakarta (beritajatim.id) – Industri film China masih bergantung pada satu mesin utama di awal 2026. Film balap komedi Pegasus 3 terus memimpin box office dengan tambahan pendapatan akhir pekan sebesar 49,5 juta dolar AS (RMB 351,3 juta), mendorong total perolehannya menjadi 529,6 juta dolar AS (RMB 3,76 miliar).
Data Artisan Gateway untuk periode 27 Februari–1 Maret menunjukkan total penjualan tiket akhir pekan hanya mencapai 107,9 juta dolar AS. Secara kumulatif, pendapatan box office China sepanjang 2026 kini berada di angka 1,41 miliar dolar AS — merosot 55,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Sebagai perbandingan, pada 2025 film animasi fenomenal Ne Zha 2 masih mencatat performa luar biasa dan akhirnya menutup perjalanannya dengan 2,2 miliar dolar AS secara global, memecahkan rekor sekaligus menopang industri film domestik saat itu.
Konsistensi Han Han dan Dominasi Pegasus
Pegasus 3 disutradarai oleh Han Han, figur publik yang dikenal luas di China sebagai penulis, blogger, sekaligus pembalap reli. Karier filmnya dimulai lewat The Continent (2014) yang meraih 100 juta dolar AS, disusul komedi Imlek Duckweed (2017) dengan 152 juta dolar AS.
Waralaba Pegasus sendiri dimulai pada 2019 dengan capaian 255 juta dolar AS. Meski sempat tersendat lewat The Four Seas (2022), Han bangkit melalui Pegasus 2 pada musim libur 2024 yang menghasilkan 464 juta dolar AS. Kini, seri ketiga diproyeksikan melampaui 600 juta dolar AS, menjadikannya salah satu franchise paling stabil di perfilman China modern.
Keberhasilan ini menegaskan posisi Han sebagai kreator lintas bidang yang mampu membangun basis penonton loyal, terutama pada momentum libur Tahun Baru Imlek.
Persaingan Ketat di Posisi Dua dan Tiga
Perubahan signifikan terjadi di posisi kedua box office akhir pekan. Film laga wuxia Blades of the Guardians karya Yuen Woo-ping meraih 20,3 juta dolar AS, dengan total kumulatif 158,2 juta dolar AS (RMB 1,12 miliar).
Film adaptasi manhua Biao Ren ini dibintangi Wu Jing, Nicholas Tse, Yu Shi, Tony Leung Ka-fai, serta Jet Li. Kombinasi bintang besar dan promosi positif dari mulut ke mulut menjadi faktor utama daya tahannya di pasar.
Posisi ketiga ditempati thriller spionase modern Scare Out besutan Zhang Yimou. Film ini mengumpulkan 14,5 juta dolar AS pada akhir pekan dan total 155,4 juta dolar AS (RMB 1,1 miliar). Dibintangi Jackson Yee dan Zhu Yilong, film tersebut mengangkat kisah investigasi keamanan nasional akibat kebocoran intelijen militer.
Kedua film telah menembus ambang simbolis RMB 1 miliar — capaian penting di pasar domestik, meski skalanya masih jauh dari ledakan kolektif seperti musim Imlek tahun-tahun sebelumnya.
Film Keluarga dan Komedi Hong Kong
Di posisi keempat, animasi keluarga Boonie Bears: The Hidden Protector menambah 13,5 juta dolar AS, sehingga totalnya mencapai 132,1 juta dolar AS. Franchise populer ini tetap menjadi pilihan utama keluarga selama musim liburan.
Sementara itu, komedi Hong Kong Night King naik ke lima besar dengan pendapatan akhir pekan 4,8 juta dolar AS dan total 19,7 juta dolar AS. Film garapan Jack Ng ini mempertemukan kembali Dayo Wong dan Sammi Cheng setelah lebih dari satu dekade, serta mencatat rekor kuat di pasar Hong Kong.
Film ini berhasil menggeser Panda Plan 2 yang dibintangi Jackie Chan dari lima besar.
Hollywood Kembali Masuk Pasar China
Setelah periode pembatasan impor film asing selama musim liburan, sejumlah judul Hollywood dijadwalkan tayang di China pada Maret. Di antaranya adalah The Bride! karya Maggie Gyllenhaal, Crime 101 yang dibintangi Chris Hemsworth, serta adaptasi Wuthering Heights yang menampilkan Margot Robbie dan Jacob Elordi.
Selain itu, Sony Animation akan merilis GOAT, sementara MGM menyiapkan Project Hail Mary. Pixar juga menjadwalkan Hoppers, yang diposisikan sebagai potensi penarik penonton musim semi menyusul sukses film impor tahun lalu.
Tantangan Industri Film China 2026
Meski Pegasus 3 menunjukkan performa impresif dan berpotensi menjadi film pertama 2026 yang melampaui 600 juta dolar AS, data keseluruhan menegaskan pasar domestik masih jauh dari pemulihan penuh.
Tanpa fenomena sebesar Ne Zha 2, industri film China kini menghadapi realitas baru: ketergantungan pada sedikit judul besar dan melemahnya daya dorong kolektif selama musim puncak. Kehadiran film-film Hollywood dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi ujian berikutnya bagi dinamika box office terbesar kedua di dunia ini. (ian)


as a preferred source on Google



