Jakarta (beritajatim.id) – Laga final Copa del Rey 2026 mempertemukan Real Sociedad dengan Atletico Madrid dalam duel yang diprediksi berlangsung sengit. Meski berstatus sebagai tim kuda hitam, Real Sociedad datang dengan kepercayaan diri tinggi di bawah arahan pelatih anyar, Pellegrino Matarazzo.
Pertandingan ini menjadi final pertama bagi Matarazzo, yang dalam waktu singkat berhasil membawa timnya bangkit dari papan bawah klasemen La Liga hingga mencapai partai puncak. Di sisi lain, ia akan menghadapi pelatih berpengalaman Diego Simeone, yang telah mengoleksi enam kemenangan dari sepuluh final bersama Atletico.
Matarazzo menilai Simeone sebagai sosok pelatih dengan karakter kuat dan gaya bermain yang jelas. Ia juga mengakui pentingnya keseimbangan antara pendekatan taktik dan energi emosional dalam pertandingan besar seperti final.
Dari sisi skuad, Real Sociedad mendapat kabar positif dengan pulihnya sejumlah pemain kunci. Mikel Oyarzabal dan Jon Gorrotxategi dipastikan dalam kondisi siap tampil. Selain itu, Takefusa Kubo yang sempat tampil terbatas pekan lalu kini dinilai sudah cukup fit untuk bermain lebih lama.
Situasi di sektor penjaga gawang juga menjadi sorotan. Unai Marrero sebelumnya menjadi pilihan utama di Copa del Rey, namun sempat absen karena cedera, memberi kesempatan kepada Alex Remiro untuk tampil. Matarazzo mengisyaratkan bahwa keputusan terkait posisi tersebut telah diambil dan dikomunikasikan kepada tim.
Selain itu, kembalinya Yangel Herrera turut menambah opsi bagi pelatih dalam meracik strategi, meski belum dipastikan akan tampil sejak menit awal.
Secara mental, Matarazzo menilai timnya berada dalam kondisi optimal menjelang pertandingan. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan emosi agar para pemain tidak terbebani tekanan, namun tetap memiliki motivasi tinggi untuk tampil maksimal.
Meski tidak diunggulkan, Real Sociedad menunjukkan performa impresif sepanjang paruh kedua musim. Di bawah Matarazzo, tim berhasil meraih 11 kemenangan dari 18 pertandingan, dengan kekalahan hanya dari tim-tim besar seperti Atletico Madrid, Villarreal, dan Real Madrid.
Perjalanan menuju final juga tidak mudah. Real Sociedad berhasil menyingkirkan rival sekota Athletic Club dalam salah satu laga krusial. Capaian ini mempertegas transformasi signifikan tim sejak kedatangan Matarazzo.
Dengan pengalaman terbatas di partai final, namun didukung momentum positif, Real Sociedad berpeluang menciptakan kejutan. Jika berhasil menang, mereka akan mengangkat trofi Copa del Rey untuk kedua kalinya dalam lima tahun terakhir, setelah terakhir kali meraihnya pada 2021.
Pertandingan ini tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar, tetapi juga panggung pembuktian bagi Real Sociedad bahwa konsistensi, strategi matang, dan mental kuat mampu menyaingi dominasi tim-tim besar di sepak bola Spanyol. (aga)


as a preferred source on Google




