Surabaya (beritajatim.id) – HGI City Cup 2026 Surabaya Fest menghadirkan konsep unik dengan mengubah Grand City Mall Surabaya menjadi arena esports domino yang terbuka, interaktif, dan inklusif bagi masyarakat luas.
Event ini tidak sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi lintas sektor yang menggabungkan hiburan, komunitas, serta dukungan institusi dalam satu ekosistem terintegrasi.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari PORDI Surabaya, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Surabaya, serta Pemerintah Kota Surabaya. Kolaborasi ini mencerminkan keselarasan visi dalam mendorong domino sebagai olahraga pikiran sekaligus aktivitas yang memberi dampak sosial dan ekonomi.
Sejak hari pertama penyelenggaraan, area event dipadati pengunjung. Tidak hanya menyaksikan pertandingan, masyarakat juga dapat langsung berpartisipasi dalam berbagai aktivitas interaktif yang disediakan. Konsep ini menghadirkan pengalaman baru, di mana permainan domino yang sebelumnya identik dengan platform digital kini bisa dirasakan secara langsung dalam format kompetisi nyata.
Suasana yang tercipta pun terasa lebih hidup. Perpaduan antara kompetisi dan interaksi publik menjadikan event ini lebih inklusif dan menarik bagi berbagai kalangan.
“Event ini terasa ramai dan berbeda, karena bukan hanya turnamen saja, tapi banyak aktivitas lain yang bisa dinikmati pengunjung. Suasananya jadi lebih hidup,” ujar Erwin, salah satu pemain VVIP yang mengikuti kompetisi.
Antusiasme serupa juga datang dari para pengunjung yang merasakan sensasi baru menikmati esports di ruang publik.
“Seru banget, kita bisa langsung coba game yang biasanya cuma di HP, terus dapat hadiah juga. Jadi pengalaman baru di mall,” kata salah satu pengunjung.
Dari sisi penyelenggaraan, sinergi berbagai pihak menjadi kunci utama keberhasilan event ini. Keterlibatan PORDI Surabaya memperkuat aspek kompetisi dan pembinaan atlet domino, sementara dukungan Dinkopumdag dan Pemerintah Kota Surabaya turut mendorong keterlibatan pelaku UMKM serta menggerakkan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi acara.
Perwakilan Dinkopumdag Surabaya, Tatik Lely Juwita, menilai konsep ini membawa pendekatan baru dalam penyelenggaraan event di kota.
“Ini konsep yang menarik, karena menggabungkan aktivitas digital dengan kegiatan langsung, sekaligus menggerakkan ekonomi pelaku UMKM di Surabaya,” ujar Tatik Lely Juwita.
Melalui pendekatan yang memadukan esports, interaksi publik, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan, HGI City Cup 2026 Surabaya Fest menunjukkan bahwa sebuah turnamen dapat berkembang menjadi platform yang lebih luas. Tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga mampu menciptakan pengalaman baru sekaligus dampak nyata bagi masyarakat.
Seiring berlangsungnya rangkaian event dalam beberapa minggu ke depan, antusiasme publik diprediksi terus meningkat. Event ini pun berpotensi menjadi model baru dalam aktivasi esports yang menghubungkan kompetisi, komunitas, dan kolaborasi di ruang publik. (ted)


as a preferred source on Google




