Surabaya (beritajatim.id) – Situasi kritis tengah dihadapi PSBS Biak jelang pekan ke-31 Super League Indonesia musim 2025/2026. Tim berjuluk Badai Pasifik itu wajib meraih kemenangan saat bertandang ke markas Persebaya Surabaya pada Sabtu (2/5) jika ingin menjaga asa bertahan di kasta tertinggi.
Dengan kompetisi yang menyisakan empat pertandingan, PSBS masih terpuruk di dasar klasemen dengan koleksi 18 poin. Mereka tertinggal 11 angka dari batas aman yang saat ini ditempati Madura United di peringkat ke-15.
Kondisi ini membuat peluang PSBS untuk selamat semakin menipis. Jika gagal meraih kemenangan—baik imbang maupun kalah—maka mereka dipastikan tidak akan mampu keluar dari zona degradasi yang mencakup posisi 16 hingga 18.
Bahkan, kemenangan atas Persebaya pun belum tentu cukup. PSBS tetap berpotensi terdegradasi apabila Madura United mampu mengalahkan Bali United pada laga berikutnya.
Situasi tersebut membuat nasib PSBS tidak hanya bergantung pada hasil sendiri, tetapi juga pada performa tim lain di papan bawah klasemen.
Di atas kertas, Persebaya lebih diunggulkan dalam pertandingan ini. Namun, pelatih Bernardo Tavares menegaskan bahwa timnya tidak akan meremehkan lawan.
Menurutnya, PSBS tetap memiliki potensi untuk memberikan kejutan, terutama dalam kondisi terdesak yang menuntut mereka tampil habis-habisan.
Persebaya juga disebut tengah fokus menjaga kondisi pemain agar tetap prima menjelang laga penting ini.
Dengan hanya empat laga tersisa, tekanan kini semakin besar bagi PSBS Biak. Setiap poin menjadi sangat krusial, sementara margin kesalahan nyaris tidak ada.
Di sisi lain, Persebaya tentu ingin memanfaatkan momentum kandang untuk mengamankan poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen.
Pertandingan ini pun diprediksi berlangsung sengit. Bagi PSBS, laga ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan penentu hidup dan mati di kompetisi musim ini. (aga)


as a preferred source on Google




