Mojokerto (beritajatim.id) – Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat kapasitas anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas). Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembekalan bagi anggota Satlinmas Kelurahan Kauman yang digelar di Taman Dolan Home & Resort, Kota Batu, Sabtu (4/7/2026).
Dalam arahannya yang disampaikan secara daring dari Rumah Rakyat, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau yang akrab disapa Ning Ita menegaskan bahwa peningkatan kemampuan anggota Satlinmas harus diarahkan pada penguasaan keterampilan praktis di lapangan. Menurutnya, kemampuan melindungi masyarakat harus diawali dengan kesiapan dan kemampuan menjaga keselamatan diri sendiri.
Ning Ita menjelaskan, pola pembinaan Satlinmas sebaiknya lebih banyak diisi dengan latihan lapangan dibandingkan pembelajaran teori di dalam kelas. Berbagai aktivitas seperti latihan kedisiplinan, membangun kekompakan, hingga simulasi sederhana dinilai mampu meningkatkan kerja sama, solidaritas, dan kesiapan anggota dalam menghadapi berbagai situasi darurat.
Ia juga menyoroti posisi strategis Satlinmas Kelurahan Kauman yang memiliki wilayah tugas di kawasan Alun-Alun Kota Mojokerto. Sebagai ruang publik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat dan lokasi berbagai agenda berskala besar, kawasan tersebut membutuhkan pengamanan yang melibatkan berbagai unsur, termasuk Satlinmas.
Menurut Ning Ita, pengamanan kawasan publik tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi antara Pemerintah Kota Mojokerto melalui Satpol PP, pemerintah kelurahan, serta aparat TNI dan Polri. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menjaga situasi tetap aman, tertib, dan kondusif saat aktivitas masyarakat berlangsung.
Dalam kesempatan itu, Ning Ita juga mengaitkan penguatan kapasitas Satlinmas dengan visi pembangunan kota masa depan yang mengedepankan konsep smart, integrated, and resilient city atau kota yang cerdas, terintegrasi, dan tangguh. Ia menyampaikan bahwa konsep tersebut sejalan dengan pesan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan pada Rapat Kerja Nasional ke-18 di Medan.
Menurutnya, salah satu indikator kota yang tangguh adalah memiliki sumber daya manusia yang siap menghadapi risiko bencana. Karena itu, anggota Satlinmas yang bergabung atas dasar kepedulian sosial perlu mendapatkan pelatihan secara berkala agar mampu menjalankan tugas secara profesional dan responsif ketika terjadi keadaan darurat.
Selain meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, Ning Ita mengingatkan bahwa tantangan menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat saat ini semakin berkembang. Ancaman tidak lagi sebatas tindak kriminal konvensional, tetapi juga berasal dari penyebaran informasi yang bersifat provokatif, hasutan, fitnah, hingga upaya memecah belah masyarakat melalui media sosial.
Ia menilai kondisi tersebut memerlukan kewaspadaan seluruh elemen masyarakat, termasuk Satlinmas, agar mampu menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan kondusif.
Melalui pembekalan yang dilakukan secara berkelanjutan, Pemerintah Kota Mojokerto berharap kapasitas anggota Satlinmas terus meningkat sehingga mampu merespons berbagai potensi bencana maupun gangguan keamanan secara cepat dan tepat. Penguatan peran Satlinmas juga diharapkan mendukung terwujudnya Kota Mojokerto yang aman, nyaman, tangguh, serta menjadi ruang hidup yang harmonis bagi seluruh masyarakat. (tin)


as a preferred source on Google




