Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Siapa Dia»Bermodal Pengalaman di Laboratorium Kampus, Alumnus FPK UNAIR Sukses Bangun Karier di Industri Life Science

Bermodal Pengalaman di Laboratorium Kampus, Alumnus FPK UNAIR Sukses Bangun Karier di Industri Life Science

Agathon AgnarAgathon Agnar Siapa Dia 29 Juni 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Taufik Indarmawan
Taufik Indarmawan Foto: FPK UNAIR

Surabaya (beritajatim.id) – Pengalaman riset di laboratorium saat menempuh pendidikan di Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR) menjadi bekal penting bagi Taufik Indarmawan dalam membangun karier di industri life science. Alumnus Program Studi Budidaya Perairan tersebut kini dipercaya sebagai Solution Scientist di Merck Life Science Indonesia, PT Merck Chemicals and Life Sciences.

Perjalanan karier Taufik menunjukkan bahwa kompetensi lulusan perikanan dapat berkembang jauh melampaui bidang studi yang ditekuni di bangku kuliah. Berbekal kemampuan analisis, riset, dan pemecahan masalah yang diperoleh selama menjalani berbagai aktivitas laboratorium, ia mampu meniti karier di perusahaan global yang bergerak di bidang penyediaan material, teknologi, dan layanan laboratorium untuk kebutuhan riset ilmiah.

Ketertarikan Taufik terhadap dunia laboratorium telah muncul sejak masih menjadi mahasiswa. Berbeda dengan sebagian rekannya yang lebih tertarik pada praktik budidaya di lapangan, ia justru lebih menikmati proses penelitian, analisis data, serta pengkajian jurnal ilmiah.

Menurut Taufik, aktivitas praktikum dan penelitian di laboratorium membentuk kemampuan berpikir kritis sekaligus melatihnya mencari solusi atas berbagai persoalan ilmiah. Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting yang membawanya melanjutkan pendidikan ke jenjang magister sebelum berkarier di sejumlah laboratorium swasta maupun pemerintah.

Selama sekitar tiga setengah tahun bekerja di berbagai institusi laboratorium, Taufik memperkuat pengalaman teknis yang kemudian mengantarkannya bergabung dengan Merck Life Science Indonesia sebagai Solution Scientist.

Baca Juga:  Kisah Slamet Agus Wijaya, Alumni Unair yang Sukses Tembus Pasar Perikanan Global

Salah satu pengalaman paling berkesan dalam perjalanan kariernya terjadi ketika pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Di tengah kelangkaan bahan baku diagnostik akibat terganggunya rantai pasok global, Taufik bersama tim dan sejumlah mitra industri terlibat dalam pengembangan kit diagnostik PCR Covid-19 produksi dalam negeri.

Kolaborasi tersebut berhasil mengatasi berbagai tantangan teknis hingga akhirnya menghasilkan kit diagnostik yang dapat dimanfaatkan rumah sakit dan klinik di Indonesia dengan biaya yang lebih terjangkau. Pencapaian tersebut turut mendukung kebutuhan pemeriksaan Covid-19 pada masa pandemi sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara industri dan peneliti dalam menghadapi situasi krisis.

Keberhasilan itu juga membuktikan bahwa kemampuan analitik dan riset yang diperoleh selama kuliah tidak membatasi seseorang hanya pada satu disiplin ilmu. Kompetensi tersebut justru menjadi modal untuk beradaptasi dengan berbagai bidang yang membutuhkan pendekatan ilmiah.

Dalam pekerjaannya saat ini, Taufik berperan mendampingi para peneliti dan pelanggan Merck Life Science Indonesia dalam mengembangkan berbagai proyek riset. Ia membantu memberikan solusi terhadap kebutuhan bahan penelitian laboratorium sekaligus mendukung pengembangan inovasi di berbagai sektor life science.

Taufik menilai keberhasilan lulusan perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh penguasaan kompetensi teknis. Kemampuan komunikasi, analisis data, disiplin, kerja sama, serta kemampuan beradaptasi juga menjadi faktor penting dalam menghadapi dinamika dunia kerja.

Ia juga berpandangan bahwa lulusan Fakultas Perikanan dan Kelautan memiliki peluang untuk berkarier di berbagai sektor, termasuk industri yang tidak secara langsung berkaitan dengan bidang perikanan. Selama memiliki fondasi ilmu yang kuat dan terus mengembangkan soft skill, peluang untuk berkontribusi di berbagai industri akan tetap terbuka.

Baca Juga:  Vriska Putri Peztaria: Tidak Menyangka Bawa Gelar Ning Berbakat Surabaya 2025

Kisah perjalanan Taufik menjadi contoh bagaimana pengalaman akademik, khususnya aktivitas penelitian di laboratorium, dapat membuka jalan menuju karier profesional di industri life science sekaligus menunjukkan bahwa kompetensi lulusan perguruan tinggi dapat memberikan dampak luas lintas disiplin ilmu.

Foto: Taufik Indarmawan, alumnus Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga yang kini berkarier sebagai Solution Scientist di Merck Life Science Indonesia, PT Merck Chemicals and Life Sciences. (aga)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Kisah dr. Istiqomah Katin, Lulusan Termuda Program Spesialis UGM di Usia 28 Tahun

27 April 2026 Siapa Dia
Slamet Agus Wijaya, Direktur Operasional di PT Kaia Anugerah Indonesia

Kisah Slamet Agus Wijaya, Alumni Unair yang Sukses Tembus Pasar Perikanan Global

7 April 2026 Siapa Dia
Ina Titi Sri Wulandari SKep Ns RN

Kompetensi dan Daya Tahan Mental Jadi Kunci Perawat UNAIR Berkarier di Jepang

17 Januari 2026 Siapa Dia
Solikin M. Juhro, Asisten Gubernur Bank Indonesia

Inspirasi Asisten Gubernur BI Solikin M. Juhro, Ungkap Kunci Kepemimpinan Berdampak di Era Digital

12 Januari 2026 Siapa Dia

Rifqi Ray Farandi Gantikan Marselino Ferdinan di Timnas U-22 Jelang SEA Games 2025

5 Desember 2025 Siapa Dia
Vriska Putri Peztaria

Vriska Putri Peztaria: Tidak Menyangka Bawa Gelar Ning Berbakat Surabaya 2025

16 Oktober 2025 Siapa Dia
Leave A Reply Cancel Reply

Kisah dr. Istiqomah Katin, Lulusan Termuda Program Spesialis UGM di Usia 28 Tahun

27 April 2026
Berita Terbaru
Taufik Indarmawan

Bermodal Pengalaman di Laboratorium Kampus, Alumnus FPK UNAIR Sukses Bangun Karier di Industri Life Science

29 Juni 2026
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Moh Rano Alfath

Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat, Komisi III DPR Sebut Jadi Modal Perkuat Profesionalisme dan Reformasi

29 Juni 2026
Gubernur Khofifah mengapresiasi BBIB Singosari yang mengembangkan semen beku Wagyu dan Belgian Blue untuk mendukung swasembada daging nasional.

Gubernur Khofifah Apresiasi BBIB Singosari Kembangkan Semen Beku Wagyu dan Belgian Blue, Optimistis Swasembada Daging

29 Juni 2026
Pemerintah meluncurkan logo resmi HUT ke-81 RI karya Fajar Novario asal Padang bertema Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.

Pemerintah Luncurkan Logo Resmi HUT Ke-81 RI, Karya Desainer Asal Padang Jadi Identitas Kemerdekaan 2026

29 Juni 2026
Wakapolri membuka Bhayangkara Sports Day Kapolri Cup 2026 sebagai momentum memperkuat pembinaan atlet, sportivitas, dan pengabdian Polri.

Wakapolri Buka Bhayangkara Sports Day Kapolri Cup 2026, Tegaskan Semangat “Polri untuk Masyarakat”

29 Juni 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.