Surabaya (beritajatim.id) – Perjalanan karier di sektor perikanan global tidak datang secara instan. Hal ini tercermin dari sosok Slamet Agus Wijaya yang kini menjabat sebagai Direktur Operasional di PT Kaia Anugerah Indonesia.
Berbasis di Surabaya, perusahaan tersebut dikenal sebagai distributor sekaligus pengolah produk perikanan yang telah menembus pasar internasional. Berbagai komoditas unggulan seperti tuna, kakap merah, dan rajungan rutin diekspor ke sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat dan Jepang.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pengalaman panjang Slamet yang telah lebih dari dua dekade berkecimpung di industri pengolahan perikanan. Latar belakang akademiknya sebagai alumni Universitas Airlangga, khususnya dari Fakultas Perikanan dan Kelautan, menjadi fondasi penting dalam membangun kariernya.
Sebagai bagian dari angkatan awal fakultas tersebut, Slamet mengaku terbiasa menghadapi berbagai tantangan sejak masa kuliah. Pengalaman itu membentuk karakter adaptif dan ketahanan dalam menghadapi dinamika dunia industri yang terus berubah.
Dalam perjalanannya, ia tidak hanya menghadapi tantangan teknis di sektor perikanan, tetapi juga tuntutan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Transformasi digital menjadi salah satu fokus utama yang harus diintegrasikan dalam proses produksi dan distribusi agar tetap kompetitif di pasar global.
Selama lima tahun terakhir, industri perikanan turut terdampak berbagai krisis global, mulai dari pandemi hingga konflik internasional yang mempengaruhi rantai pasok dan permintaan ekspor. Namun, Slamet melihat kondisi tersebut sebagai peluang untuk berinovasi dan memperkuat strategi bisnis.
Di sisi lain, perannya sebagai pimpinan perusahaan juga diwarnai komitmen terhadap pengembangan sumber daya manusia. Saat ini, ia memimpin sekitar 300 karyawan, dengan sebagian di antaranya merupakan alumni Fakultas Perikanan dan Kelautan Unair. Menariknya, mayoritas dari mereka telah berkembang hingga menduduki posisi manajerial.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh ekspansi pasar, tetapi juga oleh kualitas tim yang dibangun secara berkelanjutan. Slamet mendorong generasi muda untuk terus mengembangkan potensi diri dan tidak membatasi peluang di sektor perikanan yang dinilai masih sangat luas.
Kisah perjalanan ini menjadi gambaran bagaimana kombinasi antara pendidikan, pengalaman, dan kemampuan beradaptasi mampu membuka jalan menuju pasar global, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam industri perikanan dunia. (aga)


as a preferred source on Google




