Surabaya (beritajatim.com) – Berdiri kokoh di jantung Kota Pahlawan, Lapangan Thor (Tot Heil Onzer Ribbenkast) menjadi saksi bisu sejarah panjang olahraga di Surabaya.
Terletak di kawasan Gelora Pancasila, tepatnya di Jl. Patmosusastro no 74A, Darmo, lapangan ini tak hanya sarat makna, namun juga menawarkan fasilitas olahraga berstandar internasional.
Dibangun sejak 7 September 1901, Lapangan Thor telah berusia lebih dari satu abad. Nama Thor, yang dalam bahasa Belanda berarti “Demi Tulang Rusuk Kita”, mencerminkan semangat juang dan dedikasi para pendirinya dalam memajukan olahraga di tanah air.
Lapangan ini terbuka untuk umum dan dapat diakses secara gratis setiap hari dari pukul 05.00 hingga 20.00 WIB. Pengunjung diwajibkan untuk memakai sepatu saat menggunakan bagian dalam lapangan.
Fasilitas yang tersedia di Lapangan Thor terbilang lengkap, meliputi:
Lapangan berumput
Lintasan lari
Tribun single seat dengan kapasitas 1.118 orang
Lapangan Thor memiliki luas sekitar 1.483,56 m2 dan lintasan larinya memenuhi standar internasional IAAF (International Association of Athletics Federations). Lintasan ini terbuat dari bahan karet sintesis yang empuk dan nyaman, sehingga ideal untuk berlari.
Tak hanya berlari, Lapangan Thor juga menjadi tempat latihan berbagai cabang olahraga lainnya, seperti lompat galah, lompat jauh, lempar cakram, lempar lembing, tolak peluru, dan lari halang rintang. Komunitas-komunitas olahraga tersebut kerap mengadakan latihan terbuka bersama, sehingga pengunjung dapat mencoba cabang olahraga baru atau meningkatkan kemampuannya.
Kualitas internasional Lapangan Thor membuatnya sering dilirik tim sepak bola resmi untuk berlatih. Persebaya dan Timnas Indonesia adalah beberapa contoh tim yang pernah menggunakan lapangan ini.
Saat ini, Lapangan Thor sedang difungsikan sebagai tempat latihan resmi Timnas Indonesia untuk latihan menghadapi Piala AFF U-19 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).
Oleh karena itu, lapangan ditutup untuk umum sejak 10 Juli hingga akhir bulan ini. Pengoperasian kembali untuk umum diperkirakan akan dimulai pada awal bulan Agustus.
Lapangan Thor tak hanya menjadi sarana olahraga, tapi juga ikon sejarah dan budaya Kota Surabaya. Keberadaannya menjadi bukti komitmen masyarakat dalam memajukan olahraga dan melestarikan nilai-nilai luhur bangsa. (ted)


as a preferred source on Google




