Semarang (beritajatim.id) – PSIS Semarang resmi terdegradasi ke Liga 2 Indonesia usai menutup musim BRI Liga 1 2024/2025 di dasar klasemen. CEO PSIS, A S Sukawijaya atau yang akrab disapa Yoyok Sukawi, menyatakan bertanggung jawab penuh atas kegagalan tim kebanggaan warga Semarang tersebut.
Dalam pernyataan resminya di Semarang pada Minggu (25/5), Yoyok menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pendukung PSIS, pemain, staf, serta pihak-pihak yang terdampak akibat keterpurukan tim musim ini.
“Saya mengucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya atas hasil di musim ini sehingga PSIS terdegradasi ke Liga 2,” ujar Yoyok.
Ia mengakui bahwa salah satu penyebab utama anjloknya performa PSIS adalah krisis keuangan yang menyebabkan keterlambatan pembayaran gaji pemain dan staf. Hal ini turut memengaruhi semangat dan fokus tim dalam menjalani kompetisi.
“Pemenuhan hak para pemain selalu kami upayakan dan itu menjadi tanggung jawab saya sebagai pemegang saham mayoritas PSIS,” tegasnya.
Yoyok juga menambahkan bahwa utang PSIS yang selama ini membebani klub telah ia lunasi, dan proses konversi utang menjadi saham sudah ditawarkan kepada para pemegang saham lainnya. Namun, tidak ada yang bersedia menutup atau mengambil alih pengelolaan klub.
“Pengelolaan klub sudah kami serahkan kepada pemegang saham, dan kami akan mencari investor baru untuk membawa PSIS kembali ke jalur yang benar,” kata Yoyok, sembari menyatakan siap menyelesaikan permasalahan dengan federasi sepak bola dunia (FIFA) dalam waktu dekat.
PSIS Kalah Lagi di Pekan Terakhir
Nasib PSIS semakin diperparah setelah menelan kekalahan pada pekan ke-34 BRI Liga 1. Bermain di Stadion Jatidiri, Semarang, Sabtu (24/5), Mahesa Jenar harus menyerah 1-2 dari tamunya PS Barito Putera.
PSIS sempat unggul lebih dulu lewat gol Lucas Barreto pada menit ke-40. Namun Barito Putera bangkit dengan mencetak dua gol balasan melalui Murilo (45+3’) dan Morelatto (47’). Kekalahan ini memperpanjang rekor buruk PSIS menjadi 14 laga tanpa kemenangan—10 kekalahan dan 4 imbang.
Hasil tersebut memastikan PSIS finis di posisi juru kunci klasemen dengan hanya 25 poin dari 34 pertandingan. PSIS menemani PS Barito Putera dan PSS Sleman yang juga turun kasta ke Liga 2 setelah masing-masing hanya meraih 34 poin.
Pelatih PSIS, M. Ridwan, juga menyampaikan permintaan maaf kepada suporter atas kegagalan tim musim ini. “Kami kurang beruntung. Determinasi sudah ditunjukkan oleh para pemain, tapi hasil tidak berpihak kepada kami. Saya mewakili staf dan pemain meminta maaf,” ucap Ridwan.
Meskipun harus turun kasta, Yoyok Sukawi berharap PSIS bisa segera bangkit. Dengan struktur keuangan yang sudah dibenahi dan pencarian investor baru yang sedang dilakukan, ia menegaskan bahwa PSIS tidak akan menyerah.
“Kami berharap PSIS bisa segera kembali ke Liga 1 dan menjadi lebih kuat,” tutupnya. (ted)







