Jakarta (beritajatim.id) — PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya Indonesia melalui pementasan seni tradisional bertajuk Ketoprak Financial: Pangeran Samber Nyowo yang digelar di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Rabu (30/7/2025).
Dalam pertunjukan ini, jajaran manajemen BCA turut berperan aktif sebagai pemeran utama. Di antaranya adalah Direktur BCA Vera Eve Lim dan Antonius Widodo Mulyono yang ikut tampil di atas panggung.
Keikutsertaan mereka menjadi simbol nyata semangat BCA dalam merangkul seni tradisional melalui pendekatan yang kreatif dan inklusif.
Menurut Rahel Sibatuara, Junior Public Relation BCA, partisipasi ini bukan sekadar hiburan, melainkan bentuk dukungan nyata terhadap seni dan budaya bangsa.
“Kami percaya bahwa pelestarian budaya adalah bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Ketoprak Financial menjadi media edukasi sekaligus hiburan yang menyatukan nilai budaya dan literasi keuangan secara menyenangkan,” ujar Rahel dalam keterangannya, Jumat (1/8/2025).
Pementasan ini merupakan bagian dari program Bakti BCA, khususnya di bawah pilar Bakti Budaya, yang selama ini menjadi wadah pelestarian seni dan tradisi Nusantara.
Melalui program ini, BCA telah menyelenggarakan berbagai inisiatif seperti Wayang for Students, Nusantara Academic Writing Award (NAWA), Sudamala: Satu dalam Cita, Jazz Gunung, serta pertunjukan musikal Nusantara: Jiwa Surga Khatulistiwa.
Sejak 2012, BCA konsisten berkolaborasi dengan seniman lokal dan komunitas budaya di seluruh Indonesia. Komitmen ini bahkan membuahkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai “Perusahaan dengan Kegiatan Pelestarian Wayang Terbanyak.”
Rahel menambahkan, “Kami berharap masyarakat, khususnya generasi muda, dapat mengenal dan mencintai budaya Indonesia lewat pendekatan yang relevan dan menghibur. Ketoprak Financial adalah salah satu bentuk inovasi dalam menghidupkan kembali budaya lokal dengan cara kekinian,” jelasnya.
Dengan semangat ini, BCA terus menjadikan pelestarian budaya sebagai bagian integral dari strategi keberlanjutan perusahaan, sembari memperkuat identitas bangsa di tengah perkembangan zaman.(ted)


as a preferred source on Google




