Surabaya (beritajatim.id) – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat (pengmas) sebagai upaya meningkatkan kesadaran kesehatan lingkungan dan mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Kegiatan ini berlangsung di Pondok Pesantren Al-Amin, Tunggul, Paciran, Kabupaten Lamongan, dan diikuti ratusan santri tingkat SMP hingga SMA.
Pengabdian masyarakat tersebut mengusung tema Pencegahan DBD Melalui Peningkatan Sanitasi Lingkungan Pondok Pesantren. Kegiatan dikemas dalam bentuk talkshow edukatif dengan menghadirkan Guru Besar FKM UNAIR, Prof Dr Ririh Yudhastuti drh MSc, sebagai narasumber sekaligus ketua pelaksana.
Dorong Santri Aktif Cegah DBD
Dalam pemaparannya, Prof Ririh menekankan bahwa Indonesia merupakan negara endemik DBD dengan kasus yang terus berulang setiap tahun. Faktor lingkungan, keberadaan nyamuk vektor Aedes aegypti, serta perilaku masyarakat menjadi penyebab tingginya kasus.
“Pondok pesantren dengan hunian padat perlu perhatian khusus. Pencegahan bisa dilakukan dengan Pemantauan Jentik Berkala (PJB), Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) oleh santri,” jelasnya.
Prof Ririh juga menjelaskan siklus hidup nyamuk, waktu aktif penularan, hingga strategi pencegahan yang efektif. Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti memeriksa bak mandi, ember, hingga tempayan harus menjadi rutinitas santri agar bebas jentik nyamuk.
Antusiasme Santri
Kegiatan semakin menarik dengan hadirnya tamu spesial Mr Babucarr Jassey BSc MEpid MSc, epidemiolog asal Gambia sekaligus mahasiswa doktoral Program Studi Kesehatan Lingkungan FKM UNAIR. Ia membagikan pengalamannya sebagai mahasiswa asing, termasuk pentingnya keberanian keluar dari zona nyaman dan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris.
Peserta tampak antusias mengikuti sesi tanya jawab dan aktif berpartisipasi dalam diskusi. Kegiatan ditutup dengan kuis interaktif berhadiah serta pembagian doorprize bagi santri yang berhasil menjawab pertanyaan.
Harapan ke Depan
Dengan terlaksananya kegiatan ini, FKM UNAIR berharap para santri dapat menjadi agen perubahan dalam menjaga kebersihan lingkungan pesantren. “Kesehatan bukan hanya hak, tetapi hasil kolaborasi semua pihak,” tegas Prof Ririh.
Pengabdian masyarakat ini sekaligus menegaskan komitmen UNAIR dalam mengedukasi generasi muda agar lebih peduli terhadap kesehatan dan lingkungan, khususnya dalam pencegahan DBD di lingkungan padat hunian seperti pesantren. (rio)


as a preferred source on Google




