Surabaya (beritajatim.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 yang dimulai pada 13 Juli 2026 berlangsung ramah anak, bebas perpeloncoan, sekaligus menjadi sarana pembentukan karakter peserta didik. Selain mengenalkan lingkungan sekolah, siswa baru akan mendapatkan pembekalan mengenai literasi digital, pencegahan penyalahgunaan narkotika, keamanan di ruang siber, hingga layanan cek kesehatan gratis.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, mengatakan seluruh sekolah negeri maupun swasta telah menerima sosialisasi mengenai pelaksanaan MPLS sesuai ketentuan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen). Karena itu, seluruh kegiatan diarahkan untuk menciptakan pengalaman belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik baru tanpa adanya praktik perpeloncoan.
Menurut Febrina, selama sepekan pelaksanaan MPLS para siswa akan diperkenalkan dengan budaya sekolah, sistem pembelajaran, tenaga pendidik, berbagai program unggulan, serta fasilitas yang tersedia. Proses adaptasi tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan sekolah sekaligus membangun kedisiplinan dan tanggung jawab sejak hari pertama masuk sekolah.
Tahun ini, Dispendik Surabaya juga memperluas materi MPLS dengan menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN), aparat kepolisian, kepolisian siber, dan sejumlah instansi terkait. Kolaborasi tersebut bertujuan membekali peserta didik dengan pengetahuan mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, penggunaan gawai secara bijak, keamanan bermedia sosial, serta berbagai ancaman kejahatan digital yang semakin berkembang.
Febrina menjelaskan, edukasi literasi digital menjadi salah satu fokus utama mengingat anak-anak saat ini tumbuh di tengah derasnya arus informasi. Para siswa akan dikenalkan cara mengenali konten berbahaya, memahami risiko interaksi di media sosial, hingga meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang kerap menyasar pengguna internet usia muda.
Selain menyasar peserta didik, Dispendik Surabaya juga memperkuat keterlibatan keluarga dalam proses pendidikan karakter. Orang tua akan diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun komunikasi yang terbuka dengan anak, mendampingi penggunaan telepon genggam, serta menciptakan interaksi yang berkualitas di lingkungan keluarga.
Dispendik menilai komunikasi yang baik antara sekolah dan orang tua menjadi langkah penting dalam mendeteksi lebih dini apabila terjadi perubahan perilaku pada anak. Apabila ditemukan indikasi seperti penurunan semangat belajar, kecenderungan menyendiri, atau perubahan sikap yang tidak biasa, pihak sekolah bersama keluarga diharapkan segera berkoordinasi agar penanganan dapat dilakukan sejak awal. Bila diperlukan, sekolah juga akan melibatkan psikolog maupun tenaga pendamping profesional.
Selain pendidikan karakter dan literasi digital, rangkaian MPLS 2026 juga diisi dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hasil kolaborasi Dispendik bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya. Pemeriksaan kesehatan tersebut bertujuan memastikan peserta didik baru memulai tahun ajaran dalam kondisi sehat sekaligus mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak.
Melalui pelaksanaan MPLS yang lebih edukatif dan kolaboratif, Pemkot Surabaya berharap peserta didik baru tidak hanya mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, tetapi juga memiliki bekal karakter yang kuat, literasi digital yang baik, kesadaran terhadap bahaya narkotika, serta kepedulian terhadap kesehatan sejak awal memasuki jenjang pendidikan yang baru. (hdl)


as a preferred source on Google




