Surabaya (beritajatim.id) – Sejarah baru tercipta di dunia sepak bola. Cape Verde resmi memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya dalam sejarah setelah menaklukkan Eswatini dengan skor 3-0, Senin (13/10/2025) malam waktu setempat.
Kemenangan gemilang di Stadion Nasional Praia ini menempatkan Cape Verde sebagai juara Grup D Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Afrika dengan total 23 poin. Mereka unggul empat angka dari Kamerun, negara dengan jumlah penampilan terbanyak dari Afrika di Piala Dunia (delapan kali). Sementara di laga lain, Kamerun hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Angola di Yaounde.
Kebahagiaan luar biasa terpancar di wajah para pemain Cape Verde. Kapten Ryan Mendes dan kiper veteran Vozinha tak kuasa menahan air mata setelah peluit panjang berbunyi.
Cape Verde tampil percaya diri sepanjang pertandingan. Mereka membuka keunggulan lewat Dailon Livramento pada menit ke-48, sebelum Willy Semedo menggandakan skor enam menit kemudian. Gol penutup dicetak oleh Stopira di masa tambahan waktu, di depan sekitar 15.000 suporter yang memenuhi stadion dengan kibaran bendera biru kebanggaan mereka.
Menariknya, sebagian besar skuad Cape Verde merupakan pemain keturunan diaspora yang lahir dan besar di luar negeri. Livramento lahir di Rotterdam, Semedo di pinggiran Paris, dan beberapa pemain lainnya berkarier di klub-klub Eropa seperti Portugal, Belanda, Turki, hingga Amerika Serikat.
Keberhasilan Cape Verde menembus Piala Dunia 2026 tidak diraih dengan mudah. Di awal kualifikasi, mereka sempat kesulitan setelah ditahan Angola dan dibantai Kamerun 4-1. Namun pelatih Bubista berhasil membangkitkan semangat tim dan membawa Cape Verde meraih lima kemenangan beruntun, termasuk kemenangan penting melawan dua pesaing utama tersebut.
Perjalanan luar biasa ini terasa semakin manis setelah kegagalan mereka di Kualifikasi Piala Afrika 2025. Meski gagal melangkah ke turnamen kontinental, federasi tetap memberi kepercayaan penuh kepada Bubista untuk menahkodai tim nasional keputusan yang kini terbukti sebagai langkah emas.
Lolosnya Cape Verde ke Piala Dunia 2026 menjadi bukti bahwa negara kecil pun bisa menorehkan prestasi besar di panggung dunia. Dengan populasi hanya sekitar 550 ribu jiwa, pencapaian ini menjadi inspirasi bagi banyak negara Afrika lain untuk terus berjuang dalam kancah sepak bola internasional.
Bubista dan anak asuhnya kini siap menulis babak baru dalam sejarah sepak bola Afrika, membawa nama Cape Verde bersinar di panggung Piala Dunia 2026. (aga)


as a preferred source on Google




