Barcelona (beritajatim.id) – Situasi lini pertahanan Barcelona kembali menjadi sorotan setelah Andreas Christensen dilaporkan mengalami cedera otot dan meninggalkan sesi latihan pada Selasa (4/11) waktu setempat. Bek asal Denmark itu kini diragukan tampil saat Blaugrana menghadapi Club Brugge di ajang Liga Champions, Rabu (5/11).
Christensen diketahui meninggalkan latihan lebih awal karena mengalami masalah otot yang kembali kambuh. Pemain berusia 29 tahun itu telah melewatkan tiga laga terakhir Barcelona, dua di antaranya karena gangguan pencernaan dan satu akibat ketegangan otot.
Absennya Christensen menambah daftar pemain cedera Barcelona yang kini mencapai enam orang. Selain dirinya, Marc-André ter Stegen, Joan Garcia, Raphinha, Pedri, dan Gavi juga masih berada di ruang perawatan.
Masalah Kebugaran Berulang
Christensen memang dikenal kerap mengalami masalah kebugaran sejak bergabung dengan Barcelona pada 2022. Dalam dua musim terakhir, ia belum mampu tampil konsisten karena serangkaian cedera otot yang menghambat performanya.
Musim ini, Christensen baru mencatat sembilan penampilan dengan total 338 menit bermain. Dari sembilan laga tersebut, hanya tiga kali ia tampil penuh selama 90 menit. Kondisi ini membuat pelatih Hansi Flick kesulitan menjaga stabilitas di lini belakang timnya.

Pilihan Terbatas di Lini Pertahanan
Sebelumnya, Direktur Olahraga Barcelona, Deco, telah menegaskan pada awal musim bahwa klub perlu melepas salah satu dari lima bek tengah yang dimiliki karena terlalu banyak opsi. Namun, justru Íñigo Martínez yang akhirnya hengkang ke Arab Saudi pada bursa transfer musim panas lalu.
Kini, Flick hanya memiliki Ronald Araújo, Eric Garcia, dan Pau Cubarsí sebagai bek tengah yang tersedia. Garcia dan Araújo tampil solid dalam kemenangan 3–1 atas Elche akhir pekan lalu, sementara Cubarsí sempat diberi waktu istirahat tambahan untuk memulihkan kondisi fisiknya.
Diperkirakan, Cubarsí akan kembali menjadi bagian dari skuat saat menghadapi Club Brugge. Namun, dengan kondisi pemain yang tidak ideal, Flick diprediksi akan melakukan rotasi terbatas untuk menjaga keseimbangan tim di tengah jadwal padat kompetisi domestik dan Eropa.
Krisis cedera yang terus menghantui lini belakang membuat Barcelona harus berjuang ekstra menjaga performa defensif, terlebih menghadapi periode penting di pertengahan musim ini. (aga)


as a preferred source on Google




