Surabaya (beritajatim.id) – Persebaya Surabaya terus mematangkan persiapan jelang laga tunda pekan ke-4 Super League 2025/26 melawan PSM Makassar pada Sabtu, 6 Desember 2025. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, ini menjadi ujian penting bagi Bajol Ijo yang sedang berusaha keluar dari tren tanpa kemenangan.
Dalam tiga laga terakhir, Persebaya hanya mampu meraih tiga poin hasil dari tiga kali bermain imbang melawan Persik Kediri, Arema FC, dan Bhayangkara Presisi Lampung FC. Situasi ini membuat caretaker pelatih Uston Nawawi bekerja ekstra untuk membenahi performa tim, terutama pada aspek konsistensi dan penyelesaian akhir.
Sementara itu, PSM Makassar menunjukkan grafik menanjak sejak ditangani pelatih baru, Tomas Trucha. Juku Eja tampil lebih agresif dan efektif, bahkan meraih tiga kemenangan beruntun, termasuk kemenangan dramatis 4-3 atas Persis Solo.
Kebangkitan ini terbilang istimewa karena terjadi di tengah situasi internal yang tidak mudah. PSM sebelumnya sempat diterpa isu penunggakan gaji hingga kepergian Bernardo Tavares pada Oktober 2025. Namun setelah kalah dari Arema FC pada 19 Oktober, mereka bangkit dan tak tersentuh kekalahan lagi.
Setelah dua hasil imbang melawan Persik Kediri dan Madura United, PSM meraih kemenangan beruntun atas Dewa United, PSBS Biak, dan Persis Solo. Dari lima laga terakhir, mereka mencatat tiga kemenangan dan dua seri, yang mengangkat posisi Juku Eja ke peringkat delapan klasemen sementara dengan 18 poin.
Sejumlah pemain menjadi pembeda dalam performa impresif PSM pada periode ini. Alex Tanque tampil sebagai mesin gol dengan koleksi lima gol dari 10 pertandingan. Abu Razard Kamara, Savio Roberto, Lucas Dias, dan Yuran Fernandes juga berperan besar dalam menjaga stabilitas tim. Sementara itu, pemain muda Victor Dethan terus mencuri perhatian dengan permainan energik di lini tengah.
Rangkaian hasil positif ini menegaskan kebangkitan PSM Makassar sebagai salah satu tim yang patut diwaspadai di Super League 2025/26. Meski sempat diguncang berbagai masalah pada awal musim, Juku Eja kini menunjukkan bahwa mereka tetap kompetitif dan siap memberi tekanan kepada para pesaing.
Dengan kondisi kontras antara kedua tim, laga Persebaya vs PSM diprediksi berlangsung sengit. Persebaya membutuhkan kemenangan untuk keluar dari tren negatif, sementara PSM berupaya mempertahankan momentum kebangkitan mereka. (aga)


as a preferred source on Google




