Surabaya (beritajatim.id) – Rentetan kegagalan di masa lalu perlahan membentuk mental Arsenal menjadi lebih matang. The Gunners kini memilih fokus pada performa sendiri tanpa terlalu memikirkan siapa yang membuntuti di papan klasemen Liga Inggris.
Memasuki periode Natal dan Tahun Baru, Arsenal berada dalam tekanan ketat dari Manchester City. Hasil imbang melawan Sunderland dan Chelsea, ditambah kekalahan dari Aston Villa sepanjang November hingga Desember, membuat jarak keunggulan mereka semakin menipis.
Saat ini, Arsenal mengoleksi 39 poin dan hanya unggul dua angka dari Manchester City yang terus menguntit di posisi kedua. Di sisi lain, pasukan Pep Guardiola justru tengah berada dalam tren positif dengan torehan lima kemenangan beruntun.
Manchester City dikenal memiliki catatan impresif ketika memasuki paruh kedua musim. Konsistensi permainan serta pengalaman sebagai juara membuat mereka kerap tampil semakin sulit dihentikan, terutama saat momentum sudah terbangun.
Keunggulan dua poin jelas bukan jarak aman bagi Arsenal, terlebih menghadapi Manchester City yang siap menyalip kapan saja. Statistik pun tak sepenuhnya berpihak pada Meriam London. Dalam sejarah Premier League, Arsenal tercatat empat kali gagal meraih gelar juara meski memimpin klasemen saat periode Natal.
Meski demikian, situasi tersebut tak membuat Arsenal gentar. Tim asal London Utara itu menegaskan tak ingin terjebak bayang-bayang masa lalu. Fokus utama mereka adalah menjaga konsistensi dan terus meraih kemenangan demi satu tujuan: mengakhiri musim sebagai juara Liga Inggris. (aga)


as a preferred source on Google




