Hambalang (beritajatim.id) – Indonesia akhirnya berhasil mewujudkan swasembada beras, sebuah capaian strategis yang dinilai bersejarah di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. Keberhasilan ini ditandai dengan melonjaknya Cadangan Beras Pemerintah (CBP) hingga melampaui rekor tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia.
Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), stok beras yang dikelola Perum Bulog tercatat mencapai 3,248 juta ton hingga akhir Desember 2025. Angka tersebut melampaui rekor sebelumnya pada era pemerintahan Presiden Soeharto yang berada di kisaran 2 juta ton.
Diumumkan Awal 2026, Target Empat Tahun Tercapai Lebih Cepat
Pencapaian swasembada beras ini diumumkan Presiden Prabowo Subianto dalam Taklimat Terbuka Awal Tahun 2026 yang digelar di Hambalang, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026). Acara tersebut dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan TNI-Polri, kepala lembaga negara, serta para kepala daerah.
Presiden menegaskan bahwa target swasembada pangan yang awalnya diproyeksikan tercapai dalam empat tahun, berhasil direalisasikan lebih cepat, tepat pada penghujung 2025. Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
Ketahanan Pangan Jadi Pilar Kedaulatan Bangsa
Swasembada beras dinilai bukan sekadar capaian ekonomi, melainkan bagian dari kedaulatan nasional. Dalam konteks global yang diwarnai konflik geopolitik, gangguan rantai pasok, serta ketegangan antarnegara produsen pangan, kemampuan memenuhi kebutuhan beras secara mandiri menjadi krusial.
Ketergantungan pada impor beras dinilai berisiko tinggi apabila negara-negara pemasok mengalami konflik atau pembatasan ekspor. Dengan cadangan beras yang kuat, pemerintah memiliki ruang yang lebih luas untuk melakukan intervensi pasar, menjaga stabilitas harga, serta memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Optimisme Program Pangan Berkelanjutan
Lonjakan CBP juga membuka peluang bagi pemerintah untuk terus memperkuat program stabilisasi pangan nasional. Stok yang memadai memungkinkan distribusi bantuan pangan, pengendalian inflasi bahan pokok, serta perlindungan terhadap petani dan konsumen berjalan lebih efektif.
Presiden turut mengapresiasi kinerja jajaran Kabinet Merah Putih yang dinilai mampu menerjemahkan arah kebijakan pangan secara konkret. Kepemimpinan yang proaktif dan berani mengambil inisiatif disebut menjadi kunci keberhasilan agenda strategis ini.
Dengan tercapainya swasembada beras dan cadangan beras tertinggi sepanjang sejarah, Indonesia menegaskan posisinya sebagai negara yang semakin mandiri dalam sektor pangan, sekaligus memperkuat fondasi ketahanan nasional di masa depan. (ris)


as a preferred source on Google




