Pasuruan (beritajatim.id) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali mengintensifkan upaya pengendalian inflasi melalui penyelenggaraan Pasar Murah ke-81 Tahun 2026 yang digelar di Desa Bulukandang, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Minggu (5/7). Program ini menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, mempertahankan daya beli masyarakat, sekaligus menggerakkan perekonomian lokal melalui pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan penyelenggaraan pasar murah merupakan salah satu instrumen pemerintah dalam menjaga keseimbangan pasokan dan menekan gejolak harga komoditas pangan yang selama ini menjadi penyumbang inflasi. Menurutnya, intervensi langsung kepada masyarakat diperlukan agar manfaat kebijakan pengendalian inflasi benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Sepanjang 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyelenggarakan 81 kali pasar murah di berbagai daerah. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperluas pemerataan akses terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Dalam kegiatan di Pasuruan, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar. Komoditas yang tersedia meliputi beras premium seharga Rp14.000 per kilogram, beras medium SPHP Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, cabai Rp5.000 per 200 gram, telur ayam ras Rp20.000 per kemasan, serta daging ayam ras Rp25.000 per kemasan.
Selain menyediakan pangan murah, Pemprov Jatim juga menyalurkan bantuan kepada kelompok masyarakat rentan. Bantuan tersebut berupa beras kemasan lima kilogram bagi warga lanjut usia berusia 60 tahun ke atas, serta paket telur ayam masing-masing seberat setengah kilogram bagi ibu hamil dan anak-anak sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemenuhan gizi keluarga.
Khofifah menjelaskan bahwa bantuan tersebut melengkapi program pasar murah sehingga manfaat intervensi pemerintah tidak hanya dirasakan melalui harga pangan yang lebih terjangkau, tetapi juga melalui dukungan langsung kepada kelompok yang membutuhkan perhatian khusus. Menurutnya, langkah ini diharapkan mampu membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga sekaligus mendukung perbaikan kualitas gizi masyarakat.
Ia menambahkan, pengendalian inflasi harus dilakukan secara terpadu melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, Perum Bulog, distributor, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Sinergi tersebut dinilai penting agar distribusi pangan tetap lancar, pasokan terjaga, dan harga kebutuhan pokok tetap stabil di tengah masyarakat.
Di sisi lain, pelaksanaan Pasar Murah juga dimanfaatkan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Dalam kunjungannya, Khofifah membeli berbagai produk hasil UMKM lokal yang kemudian dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha di daerah.
Menurut Khofifah, pemberdayaan UMKM harus berjalan beriringan dengan pengendalian inflasi. Dengan meningkatnya permintaan terhadap produk lokal, pelaku UMKM diharapkan memperoleh peluang pasar yang lebih luas, meningkatkan omzet usaha, sekaligus memperkuat perputaran ekonomi di tingkat desa.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjutnya, akan terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Pasar Murah tidak hanya menjadi sarana menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen strategis untuk menjaga stabilitas harga, memperkuat daya beli masyarakat, melindungi kelompok rentan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan sektor UMKM.
Melalui pelaksanaan pasar murah secara berkelanjutan di berbagai kabupaten dan kota, Pemprov Jatim optimistis stabilitas harga pangan dapat terus terjaga, inflasi tetap terkendali, dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat seiring berkembangnya ekonomi lokal. (hdl)


as a preferred source on Google




