Surabaya (beritajatim.id) – Euforia final Piala Afrika 2026 tengah menyelimuti Maroko. Tim nasional Singa Atlas berada di ambang sejarah dengan peluang besar meraih gelar juara di hadapan publik sendiri.
Partai final Piala Afrika 2026 dijadwalkan berlangsung pada Minggu (18/1/2026) di Prince Moulay Abdellah Stadium, Rabat. Senegal menjadi satu-satunya penghalang Maroko untuk mengakhiri penantian panjang meraih trofi kontinental.
Perjalanan Maroko menuju final terbilang impresif. Pada fase grup, tim tuan rumah sukses menaklukkan Komoro dengan skor 2-0, bermain imbang 1-1 kontra Mali, serta menang meyakinkan 3-0 atas Zambia.
Memasuki fase gugur, performa Maroko kian solid. Mereka menyingkirkan Tanzania 1-0 di babak 16 besar, mengalahkan Kamerun 2-0 pada perempat final, lalu memastikan tiket final usai menundukkan Nigeria lewat adu penalti 4-2 setelah bermain imbang tanpa gol di semifinal.
Di sisi lain, Senegal juga menunjukkan konsistensi sepanjang turnamen. Singa Teranga mengawali fase grup dengan kemenangan 3-0 atas Botswana, bermain imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo, dan kembali meraih kemenangan 3-0 atas Benin.
Langkah Senegal ke final dilanjutkan dengan menyingkirkan Sudan 3-1 di babak 16 besar, menundukkan Mali 1-0 di perempat final, serta mengalahkan Mesir 1-0 pada semifinal.
Final ini menjadi momen krusial bagi Maroko, yang sudah sangat lama tidak mencicipi gelar juara Piala Afrika. Terakhir kali Maroko menjadi kampiun adalah pada edisi 1976, atau sekitar 50 tahun lalu, saat turnamen digelar di Etiopia.
Dengan dukungan penuh publik Rabat, Maroko bertekad memutus puasa gelar setengah abad dan mencatatkan sejarah baru di Piala Afrika. (aga)







