Surabaya (beritajatim.id) – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 berlangsung kondusif, aman, dan mengedepankan prinsip ramah anak hingga hari terakhir pelaksanaan pada Jumat (17/7/2026).
Hasil evaluasi selama sepekan menunjukkan seluruh rangkaian MPLS di sekolah-sekolah Surabaya berjalan sesuai pedoman yang telah ditetapkan. Dispendik juga menyatakan tidak menerima laporan pelanggaran maupun keluhan dari masyarakat terkait pelaksanaan kegiatan tersebut.
Kepala Dispendik Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, mengatakan seluruh agenda MPLS terlaksana sesuai perencanaan dengan mengutamakan kenyamanan dan keamanan peserta didik baru saat beradaptasi dengan lingkungan sekolah.
Menurut Febrina, seluruh materi yang diberikan selama MPLS dirancang untuk membantu siswa mengenal lingkungan belajar sekaligus mempersiapkan mereka mengikuti proses pembelajaran secara optimal pada tahun ajaran baru.
Salah satu materi yang diberikan selama MPLS adalah Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang dibimbing oleh personel TNI. Febrina menjelaskan pelibatan TNI didasarkan pada kompetensi yang dimiliki dalam memberikan pelatihan kedisiplinan kepada peserta didik.
Ia menegaskan bahwa kehadiran instruktur dari TNI hanya difokuskan pada materi yang sesuai dengan keahlian mereka. Dengan demikian, siswa memperoleh pembelajaran yang tepat sekaligus tetap mengedepankan pendekatan edukatif dan ramah anak.
Selain pembentukan karakter disiplin, MPLS di Surabaya juga berfokus pada pengenalan menyeluruh terhadap lingkungan sekolah. Peserta didik diperkenalkan dengan ruang kelas, tenaga pendidik, sistem pembelajaran, budaya sekolah, hingga membangun kemampuan berkolaborasi dan berinteraksi dengan teman sebaya.
Dispendik memastikan seluruh aktivitas selama MPLS dilaksanakan tanpa praktik yang mengarah pada perpeloncoan maupun tindakan yang berpotensi mengganggu kenyamanan peserta didik. Pendekatan yang diterapkan mengutamakan proses adaptasi secara positif sehingga siswa dapat memasuki jenjang pendidikan baru dengan rasa percaya diri.
Mulai pekan depan, seluruh sekolah di Kota Surabaya dijadwalkan melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara reguler. Dispendik berharap peserta didik baru telah memahami berbagai aspek kehidupan sekolah, mulai dari jadwal pelajaran, waktu belajar, waktu istirahat, tata tertib, hingga kebiasaan yang berlaku di lingkungan sekolah.
Febrina Kusumawati optimistis bekal yang diperoleh siswa selama MPLS akan mempermudah proses adaptasi sekaligus mendukung kegiatan belajar mengajar sejak hari pertama sekolah. Dispendik juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal penyelenggaraan pendidikan yang aman, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak di seluruh satuan pendidikan Kota Surabaya. (hdl)


as a preferred source on Google




