Manchester (beritajatim.id) – Ada pemandangan baru yang kini dinanti-nanti publik Old Trafford setiap kali jala gawang lawan bergetar. Bukan sekadar teriakan lega atau pelukan antar pemain, melainkan sebuah pertunjukan singkat yang penuh ritme dan kegembiraan. Aktor utamanya? Siapa lagi kalau bukan penyerang Brasil yang sedang naik daun, Matheus Cunha.
Di tengah tren positif empat kemenangan beruntun Manchester United, termasuk laga dramatis kontra Fulham dan Arsenal, sosok Cunha mencuat bukan hanya karena etos kerjanya yang “keras” ala Spartan selama 90 menit. Ia menjadi sorotan karena caranya merayakan momen krusial.
Ketika gol tercipta, sisi serius Cunha sebagai “mesin pressing” seketika lenyap. Darah Brasil-nya mengambil alih. Di hadapan ribuan suporter di tribun Stretford End, pinggulnya bergoyang luwes, kakinya bergerak lincah mengikuti irama samba imajiner di kepalanya. Sebuah tarian selebrasi yang singkat, namun sarat makna.
Bagi para pendukung Setan Merah, goyangan Cunha ini lebih dari sekadar pamer gaya. Ini adalah simbol pelepasan tekanan setelah berbulan-bulan tim mengalami masa sulit. Tarian itu seolah menjadi sinyal visual bahwa “kegembiraan telah kembali ke Theatre of Dreams”.
Di media sosial, potongan video selebrasi Cunha menjadi viral. Fans mencoba menirukannya, menjadikannya tren baru di kalangan basis suporter. Ini membuktikan bahwa Cunha telah berhasil menjalin koneksi emosional yang kuat dengan para penggemar.
Di era Michael Carrick yang menuntut keseriusan dan disiplin taktis tinggi, tarian samba Matheus Cunha menjadi penyeimbang yang sempurna, sebuah pengingat bahwa pada akhirnya, sepak bola adalah tentang kegembiraan. Dan selama Cunha terus menari, berarti Manchester United terus meraih kemenangan.


as a preferred source on Google




