Surabaya (beritajatim.id) – Langkah debut Cadillac di ajang Formula 1 musim 2026 dimulai dengan cara yang tak lazim. Pabrikan asal Amerika Serikat itu memperkenalkan livery mobil balap F1 mereka melalui iklan televisi Super Bowl, ajang olahraga terbesar dan paling prestisius di Negeri Paman Sam.
Peluncuran tersebut berlangsung di sela pertandingan final National Football League (NFL) yang digelar di Santa Clara, California, mempertemukan New England Patriots kontra Seattle Seahawks. Di hadapan jutaan penonton global, Cadillac menampilkan identitas visual dan warna resmi yang akan digunakan pada musim debut mereka di Formula 1.
Momen ini menjadi penanda penting kesiapan Cadillac menembus kompetisi balap paling elite di dunia. Bukan hanya soal desain, peluncuran livery di panggung Super Bowl menunjukkan keseriusan dan ambisi besar Cadillac sebagai tim baru di F1.
Sebelum tampil di layar Super Bowl, Cadillac F1 telah lebih dulu menjalani shakedown test di Sirkuit Barcelona-Catalunya. Pada sesi awal tersebut, mobil masih mengenakan livery khusus yang menampilkan nama para pendiri tim dari Amerika Serikat dan Inggris.
Dua pembalap utama, Valtteri Bottas dan Sergio Perez, menjadi yang pertama menjajal mobil anyar Cadillac. Bottas menilai uji coba awal ini sangat krusial untuk membangun fondasi tim jelang musim perdana.
“Ini sesi yang sangat berharga bagi kami,” ujar Bottas. Pembalap asal Finlandia itu mengakui masih banyak tantangan teknis yang harus dihadapi, namun ia optimistis dengan progres yang telah dicapai. “Masih banyak hal yang perlu diperbaiki, tapi setiap kali turun ke lintasan, kami semakin menyatu sebagai tim,” jelasnya.
Sergio Perez juga menyampaikan pandangan positif usai shakedown test. Menurut pembalap asal Meksiko tersebut, sesi uji di Barcelona memberikan banyak data penting untuk pengembangan mobil.
“Kami mencatat banyak lap dan mengumpulkan informasi berharga,” kata Perez. Ia menilai munculnya sejumlah kendala justru menjadi bagian penting dari proses awal tim baru. “Setiap run membawa perkembangan. Kami mulai memahami karakter mobil, set-up, dan arah pengembangan yang akan diambil. Ini awal yang menjanjikan,” ujarnya.
Selain Bottas dan Perez sebagai pembalap utama, Zhou Guanyu dipersiapkan sebagai pembalap cadangan. Sementara itu, mantan bintang IndyCar Colton Herta ditunjuk sebagai pembalap penguji.
Cadillac F1 berada di bawah kepemimpinan Graeme Lowdon sebagai Team Principal. Sosok berpengalaman ini dipercaya memimpin proses adaptasi tim Amerika tersebut di lingkungan Formula 1 yang sangat kompetitif.
Setelah rangkaian uji awal di Barcelona, Cadillac dijadwalkan bergabung dengan tim-tim lain dalam tes pramusim Formula 1 di Bahrain pada 11–13 Februari dan 18–20 Februari. Agenda ini akan menjadi tahap krusial sebelum mereka resmi menjalani musim debut di F1 2026.
Dengan persiapan matang dan sorotan besar sejak peluncuran, Cadillac menegaskan ambisinya untuk menjadi kekuatan baru di panggung Formula 1. (aga)







