Surabaya (beritajatim.id) – Dunia bola basket internasional resmi kehilangan salah satu point guard terbaiknya. Chris Paul mengumumkan pensiun dari NBA setelah 21 musim berkiprah di kompetisi tertinggi bola basket dunia.
Keputusan tersebut disampaikan pada Jumat (13/2) waktu setempat melalui akun media sosial pribadinya. Pengumuman itu muncul tak lama setelah ia dilepas Toronto Raptors, yang sebelumnya mendapatkannya lewat skema pertukaran pemain dari Los Angeles Clippers.
Pebasket berusia 40 tahun itu menyebut perjalanan panjangnya di NBA telah menjadi bagian terbesar dalam hidupnya. Lebih dari dua dekade berada di liga, ia mengaku waktunya untuk menutup karier sebagai pemain profesional akhirnya tiba.
Sepanjang kariernya, Paul tampil dalam 1.370 pertandingan musim reguler dengan rata-rata 16,8 poin, 9,2 asis, 4,4 rebound, dan 2,0 steal per gim. Ia tercatat 12 kali masuk tim NBA All-Star dan dikenal luas berkat visi bermain serta akurasi umpannya.
Kariernya dimulai bersama New Orleans Hornets, sebelum melanjutkan petualangan ke Houston Rockets, Oklahoma City Thunder, Phoenix Suns, Golden State Warriors, hingga Clippers. Ia juga sempat memperkuat San Antonio Spurs di penghujung kariernya.
Meski belum pernah mengangkat trofi juara NBA, pencapaian terbaiknya datang saat membawa Suns menembus Final NBA 2021. Perannya sebagai pengatur serangan menjadi kunci perjalanan tim kala itu.
Di level internasional, Paul turut mengantarkan Amerika Serikat meraih emas pada Olimpiade Beijing 2008 dan Olimpiade London 2012. Sejak musim debutnya pada 2006, ketika dinobatkan sebagai Rookie of the Year, namanya konsisten masuk jajaran elite guard NBA.
Komisioner NBA, Adam Silver, menyampaikan penghormatan atas dedikasi Paul. Ia menilai Paul sebagai salah satu point guard paling berpengaruh dalam sejarah liga, tidak hanya karena statistik, tetapi juga kepemimpinan dan etos kerjanya.
Di luar kompetisi, Chris Paul dikenal aktif dalam organisasi pemain. Ia pernah menjabat sebagai Presiden National Basketball Players Association (NBPA) selama periode 2013–2021. Dalam masa kepemimpinannya, ia berperan dalam berbagai negosiasi penting antara pemain dan liga, termasuk saat NBA menghadapi tantangan pandemi.
Warisan Paul tidak semata-mata diukur dari gelar atau angka statistik. Ia meninggalkan jejak sebagai pemain dengan kecerdasan permainan tinggi, daya saing kuat, serta figur pemimpin di ruang ganti.
Dengan pensiunnya Chris Paul, NBA resmi menutup satu bab penting dalam sejarah point guard modern. Namun kontribusi dan pengaruhnya dipastikan akan terus dikenang dalam perjalanan liga ke depan. (aga)


as a preferred source on Google




