Boston (beritajatim.id) – Boston Celtics membuka 28 pertandingan terakhir musim reguler NBA dengan kemenangan penting atas Golden State Warriors. Bertanding di Chase Center, Boston menang 121-110 dalam laga yang sempat terlihat mudah sebelum berubah menegangkan di kuarter keempat.
Laga ini menjadi ujian awal bagi Celtics setelah jeda All-Star. Alih-alih tampil lambat, tim asuhan Joe Mazzulla justru menunjukkan intensitas tinggi sejak awal pertandingan.
Warriors sempat memberi perlawanan pada kuarter pertama. Namun memasuki kuarter kedua, momentum sepenuhnya berpihak kepada Boston. Serangan Celtics mengalir lancar, terutama lewat tembakan tiga angka yang efektif dan ball movement yang rapi.
Payton Pritchard tampil agresif sebagai penggerak serangan dari perimeter. Ia memanfaatkan ruang tembak yang terbuka dan konsisten menambah poin saat Warriors mencoba mengubah skema pertahanan.
Di sisi lain, Jaylen Brown menunjukkan performa komplet. Ia tak hanya produktif mencetak angka, tetapi juga berperan sebagai kreator serangan. Brown menutup laga dengan catatan triple-double, menandai kontribusi menyeluruhnya dalam kemenangan tersebut.
Peran Nikola Vucevic juga krusial dalam menciptakan mismatch. Saat Warriors melakukan tekanan ganda di atas screen, Celtics mampu membaca situasi dan mengalirkan bola ke sudut lapangan. Pola ini berulang kali menghasilkan tembakan terbuka yang berhasil dikonversi menjadi poin.
Selain efektivitas serangan, Boston unggul dalam aspek energi. Mereka agresif dalam perebutan rebound ofensif, disiplin dalam rotasi bertahan, dan cepat bertransisi. Keunggulan kerja keras itu membuat selisih skor sempat melebar hingga lebih dari 20 poin.
Memasuki kuarter keempat, Mazzulla sempat menurunkan rotasi cadangan karena laga terlihat terkendali. Namun keputusan itu diuji ketika Warriors mulai menemukan ritme permainan.
Meski tampil tanpa Stephen Curry dan Jimmy Butler III, tuan rumah menunjukkan daya juang tinggi. Tembakan tiga angka dan serangan cepat memangkas selisih secara signifikan.
Atmosfer di Chase Center berubah menjadi tekanan nyata bagi tim tamu. Celtics sempat kehilangan konsistensi ofensif dan melakukan beberapa turnover yang berujung poin transisi bagi Warriors.
Mazzulla kemudian kembali menurunkan para pemain inti untuk meredam momentum. Meski sempat terjadi beberapa penguasaan bola yang kurang efektif, Boston akhirnya mampu mengontrol kembali tempo permainan.
Dua tembakan tiga angka krusial dari Pritchard di lima menit terakhir menjadi titik balik yang memastikan Warriors tidak mampu mendekat lebih jauh.
Secara keseluruhan, kuarter keempat menjadi catatan evaluasi bagi Boston. Mereka sempat kehilangan fokus dan hampir membiarkan pertandingan kembali terbuka.
Namun dari sudut pandang yang lebih luas, kemenangan ini menunjukkan kesiapan Celtics menghadapi fase akhir musim reguler. Mereka mampu mendominasi saat momentum di tangan dan tetap bertahan ketika tekanan meningkat.
Dengan persaingan ketat di papan atas Wilayah Timur, setiap kemenangan memiliki arti strategis. Hasil di San Francisco ini menjadi sinyal bahwa Boston siap menjaga konsistensi di sisa musim.
Tidak tampil sempurna, tetapi cukup efektif untuk memastikan satu hal terpenting dalam kompetisi: kemenangan. (aga)


as a preferred source on Google




