MAdrid (beritajatim.id) – Situasi ruang ganti Real Madrid kembali menjadi sorotan setelah munculnya ketegangan antara sejumlah pemain dengan pelatih anyar, Alvaro Arbeloa. Di tengah upaya memperbaiki performa tim musim ini, dinamika internal justru memunculkan konflik yang berpotensi mengganggu stabilitas skuad.
Arbeloa yang mengambil alih kursi kepelatihan di tengah musim dari Xabi Alonso disebut berhasil memperbaiki atmosfer tim secara umum. Namun, ia juga dihadapkan pada berbagai persoalan internal, termasuk hubungan antar pemain dan keputusan teknis yang memicu ketidakpuasan.
Salah satu sorotan datang dari Vinicius Junior yang mengakui tidak memiliki kecocokan dengan Alonso, namun merasa lebih nyaman di bawah kepemimpinan Arbeloa. Meski demikian, ketegangan tetap terjadi di dalam tim, termasuk insiden dengan pemain muda Raul Asencio yang berujung absennya Vinicius dari skuad selama beberapa hari.
Di sisi lain, kapten tim Dani Carvajal juga dikabarkan mengalami hubungan yang kurang harmonis dengan Arbeloa. Bek kanan senior itu disebut mengalami masa sulit setelah kehilangan posisi utama akibat persaingan ketat, termasuk dengan Trent Alexander-Arnold dan Federico Valverde yang kerap dimainkan di posisi serupa.
Minimnya waktu bermain, termasuk saat menghadapi RCD Mallorca dan Bayern Munich, memicu kekecewaan Carvajal. Ketegangan memuncak ketika ia kembali hanya menjadi cadangan saat melawan Rayo Vallecano, dan posisinya diisi oleh pemain muda akademi, David Jimenez, dalam laga berikutnya.
Reaksi emosional Carvajal sempat terekam kamera, yang kemudian diikuti dengan komunikasi langsung kepada pelatih mengenai ketidakpuasannya. Meski sempat dilakukan pembicaraan internal untuk meredakan situasi, ketegangan belum sepenuhnya mereda.
Situasi semakin kompleks setelah insiden latihan di Valdebebas, di mana Carvajal diduga terlibat dalam tekel keras terhadap pemain muda Victor Valdepenas. Insiden tersebut berujung cedera yang membuat pemain muda itu harus menepi selama sekitar satu bulan.
Namun, hubungan antara Carvajal dan Arbeloa mulai menunjukkan perbaikan setelah keputusan pelatih mencadangkan Alexander-Arnold akibat keterlambatan latihan menjelang derby Madrid. Kesempatan bermain yang kembali diberikan kepada Carvajal menjadi titik awal meredanya konflik, meskipun sang pemain dikabarkan masih belum sepenuhnya puas dengan perannya di tim.
Situasi ini juga berdampak pada peluang Carvajal di level internasional. Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, disebut masih mempertimbangkan kondisi fisik dan performanya sebelum memasukkan nama bek berusia 33 tahun itu ke dalam skuad Piala Dunia mendatang.
Dengan persaingan ketat di dalam tim serta dinamika ruang ganti yang belum sepenuhnya stabil, Real Madrid menghadapi tantangan tidak hanya di lapangan, tetapi juga dalam menjaga keharmonisan internal demi menjaga konsistensi performa di sisa musim. (aga)


as a preferred source on Google




