Barcelona (beritajatim.id) – Lamine Yamal menegaskan tekadnya untuk membawa FC Barcelona kembali berjaya di Liga Champions UEFA setelah kegagalan terbaru memperpanjang puasa gelar klub tersebut menjadi 11 tahun.
Barcelona harus mengakhiri perjalanan mereka di kompetisi elite Eropa usai disingkirkan Atletico Madrid dengan agregat 3-2 pada laga yang berlangsung Selasa malam. Dalam pertandingan tersebut, Yamal sempat membuka keunggulan dan memberikan harapan bagi Blaugrana, namun hasil akhir tidak berpihak pada tim asal Catalan tersebut.
Kekalahan ini terasa menyakitkan bagi Barcelona yang sebelumnya optimistis mampu melakukan comeback pada leg kedua. Upaya bangkit sempat terlihat di babak kedua, namun gol balasan dari Ademola Lookman membuat momentum berbalik dan menyulitkan Barcelona untuk menyamakan agregat.
Sehari setelah pertandingan, Yamal menyampaikan pesan emosional kepada para pendukung melalui media sosial. Ia menegaskan bahwa kegagalan ini merupakan bagian dari proses menuju kesuksesan dan menolak untuk menyerah dalam perjuangan membawa klub kembali ke puncak.
Pemain berusia 18 tahun itu juga menekankan bahwa setiap kesalahan akan menjadi pelajaran berharga bagi tim. Ia menyiratkan optimisme bahwa Barcelona akan kembali ke level tertinggi sepak bola Eropa, sekaligus menyampaikan komitmen pribadinya untuk mewujudkan hal tersebut.
Di sisi lain, pelatih Barcelona, Hansi Flick, memilih untuk mengalihkan fokus tim ke kompetisi domestik. Ia menilai saat ini prioritas utama adalah mengamankan gelar La Liga.
Barcelona dijadwalkan menghadapi Celta Vigo pada laga berikutnya, dengan target mempertahankan keunggulan sembilan poin atas rival utama mereka, Real Madrid, di puncak klasemen.
Kegagalan di Liga Champions menjadi pukulan bagi Barcelona, namun pernyataan Yamal menunjukkan semangat kebangkitan yang masih kuat di dalam skuad. Dengan usia muda dan potensi besar, ia dipandang sebagai salah satu simbol harapan masa depan klub untuk kembali meraih kejayaan di Eropa. (aga)


as a preferred source on Google




