Jakarta (beritajatim.id) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Pejabat Administrator di lingkungan Kementerian Keuangan, Selasa (12/5), di Aula Djuanda I Kementerian Keuangan, Jakarta.
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari langkah penguatan organisasi sekaligus upaya menjaga efektivitas tata kelola keuangan negara di tengah dinamika ekonomi nasional dan global yang terus berkembang.
Dalam arahannya, Menkeu menegaskan bahwa rotasi dan penataan jabatan merupakan kebutuhan organisasi untuk menjaga fungsi kelembagaan tetap berjalan optimal. Menurutnya, jabatan harus dipahami sebagai amanah dan fungsi pelayanan publik, bukan sekadar fasilitas ataupun posisi struktural.
Purbaya menilai pola pikir tersebut penting agar setiap pejabat fokus pada kinerja dan kontribusi nyata bagi negara. Ia juga mengingatkan bahwa seluruh keputusan yang diambil pejabat Kementerian Keuangan memiliki dampak langsung terhadap masyarakat luas.
Selain menyoroti aspek organisasi, Menkeu turut memaparkan kondisi ekonomi nasional yang dinilai masih terjaga dengan baik. Ia menyebut daya beli masyarakat relatif kuat, pertumbuhan ekonomi tetap positif, dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terus berfungsi sebagai shock absorber dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Menurutnya, efektivitas APBN selama beberapa triwulan terakhir tidak terlepas dari kontribusi seluruh unit kerja di lingkungan Kementerian Keuangan. Mulai dari Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) yang memperkuat kualitas sumber daya manusia hingga Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang menjaga penerimaan negara.
Dalam kesempatan tersebut, Purbaya juga memberikan perhatian besar terhadap pentingnya integritas aparatur negara. Ia menegaskan tidak boleh ada praktik titipan, transaksi kepentingan, maupun perlakuan khusus dalam pelaksanaan tugas.
Integritas, kata dia, menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi negara. Ketika kepercayaan masyarakat rusak, proses pemulihannya akan jauh lebih sulit dibanding membangunnya sejak awal.
Menkeu menegaskan bahwa tugas pegawai Kementerian Keuangan bukan semata mengumpulkan penerimaan negara, melainkan juga menjaga kepercayaan rakyat serta memastikan keberlanjutan pembangunan nasional.
Pelantikan pejabat baru ini sekaligus menjadi momentum penguatan transformasi kelembagaan di tubuh Kementerian Keuangan. Pemerintah berharap tata kelola keuangan negara semakin efektif, transparan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Kementerian Keuangan juga menegaskan komitmennya menjaga APBN tetap sehat dan kredibel agar mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, sekaligus melindungi masyarakat dari berbagai tekanan ekonomi global.


as a preferred source on Google




