Surabaya (beritajatim.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih damai, sehat, produktif, dan berkualitas. Ajakan tersebut disampaikan saat mengikuti kegiatan Jalan Sehat 1 Muharram bersama puluhan ribu warga di kawasan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Selasa (16/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut menjadi salah satu agenda peringatan Tahun Baru Islam di Jawa Timur. Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai daerah memadati kawasan Masjid Al Akbar untuk mengikuti jalan sehat yang dikemas dalam suasana penuh kebersamaan, kekeluargaan, dan semangat persaudaraan.
Kehadiran Khofifah di tengah ribuan peserta mendapat sambutan hangat. Gubernur Jawa Timur itu terlihat membaur dengan masyarakat, menyapa peserta, melayani permintaan foto bersama, hingga bersalaman dengan warga yang hadir. Interaksi tersebut semakin memperkuat suasana guyub yang menjadi ciri khas kegiatan peringatan Tahun Baru Islam di Jawa Timur.
Dalam kesempatan itu, Khofifah menekankan bahwa makna hijrah yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan tempat, melainkan perubahan menuju kualitas hidup yang lebih baik. Menurutnya, semangat hijrah relevan diterapkan dalam kehidupan modern, mulai dari membangun optimisme, meningkatkan kepedulian sosial, memperkuat produktivitas, hingga menerapkan pola hidup sehat.
Ia menjelaskan bahwa jalan sehat yang digelar pada momentum 1 Muharram bukan sekadar aktivitas olahraga, tetapi juga simbol perjalanan bersama menuju masyarakat yang lebih kuat dan berkualitas. Setiap langkah yang dilakukan peserta, kata Khofifah, mencerminkan rasa syukur atas nikmat kesehatan yang menjadi modal utama dalam beribadah, bekerja, belajar, dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa.
Khofifah juga mengaitkan pentingnya kesehatan dengan pembangunan sumber daya manusia di Jawa Timur. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, atau peningkatan investasi, tetapi juga dari kualitas manusia yang menjadi penggerak utama kemajuan daerah.
Masyarakat yang sehat dinilai memiliki kemampuan lebih besar untuk menjadi produktif, kreatif, adaptif, dan mampu menghadapi tantangan zaman. Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat berbagai program pembangunan manusia, termasuk peningkatan layanan kesehatan, percepatan penurunan angka stunting, penguatan gizi masyarakat, serta pembudayaan perilaku hidup bersih dan sehat.
Meski demikian, Khofifah menegaskan bahwa pembangunan kesehatan tidak dapat berjalan optimal tanpa keterlibatan aktif masyarakat. Ia menilai keluarga memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam membangun budaya hidup sehat, sementara lingkungan harus mampu menjadi ruang yang mendukung aktivitas fisik dan interaksi sosial yang positif.
Menurut Khofifah, tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan jalan sehat ini menjadi bukti kuatnya modal sosial yang dimiliki Jawa Timur. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat dinilai menjadi energi penting dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah.
Ia menambahkan, kegiatan sederhana seperti jalan sehat mampu menanamkan nilai-nilai positif, mulai dari disiplin, kebersamaan, persaudaraan, hingga kesadaran menjaga kesehatan secara berkelanjutan. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang juga menunjukkan bahwa semangat hijrah dapat diwujudkan sebagai gerakan kolektif menuju masyarakat yang sehat, harmonis, produktif, dan berakhlak mulia.
Pada momentum Tahun Baru Islam tersebut, Khofifah mengajak seluruh masyarakat menjadikan 1 Muharram sebagai titik awal memperkuat tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik, membangun keluarga yang harmonis, meningkatkan kepedulian sosial, serta berkontribusi dalam mewujudkan Jawa Timur yang maju dan berdaya saing.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap peringatan Tahun Baru Islam tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi mampu menghadirkan energi positif yang mendorong lahirnya masyarakat yang religius, sehat, produktif, dan siap menghadapi berbagai tantangan masa depan.
Selain jalan sehat, kegiatan tersebut juga diwarnai dengan pemilihan peserta berkostum terbaik. Sebanyak 10 peserta berhasil meraih penghargaan dari Gubernur Khofifah. Enam peserta memperoleh hadiah televisi, sementara empat peserta lainnya mendapatkan hadiah hiburan berupa telepon genggam.
Melalui semangat hijrah yang diusung dalam peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap tercipta masyarakat yang semakin kuat, sehat, dan bersatu dalam mendukung terwujudnya Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara. (hdl)


as a preferred source on Google




