Surabaya (beritajatim.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya ketahanan keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun generasi bangsa yang unggul, berkarakter, dan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman. Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri Gala Premiere film “Jangan Buang Ibu” di Pakuwon Mall Surabaya, Kamis (18/6/2026).
Menurut Khofifah, keluarga yang memiliki kemampuan untuk bertahan, beradaptasi, dan bangkit dari berbagai persoalan akan melahirkan sumber daya manusia yang tangguh sekaligus menjadi pilar penting dalam membangun peradaban bangsa. Karena itu, penguatan ketahanan keluarga perlu terus menjadi perhatian bersama di tengah perubahan sosial yang semakin kompleks.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah mengapresiasi film “Jangan Buang Ibu” karya sutradara Hadrah Daeng Ratu yang dinilainya tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menyampaikan pesan moral yang kuat tentang penghormatan kepada orang tua, pentingnya kasih sayang dalam keluarga, serta menjaga keutuhan hubungan antargenerasi.
Ia menilai film tersebut mampu menjadi media edukasi yang relevan bagi masyarakat Indonesia karena mengangkat nilai-nilai keluarga yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Menurutnya, ketahanan keluarga bukan sekadar konsep sosial, melainkan faktor strategis dalam membentuk kualitas generasi masa depan.
Khofifah menjelaskan bahwa konsep family resilience atau ketahanan keluarga merupakan kemampuan setiap anggota keluarga untuk saling mendukung, beradaptasi, dan tetap solid ketika menghadapi tekanan maupun krisis kehidupan. Keluarga yang kuat, kata dia, tidak mudah terpuruk oleh masalah, melainkan mampu menjadikan setiap tantangan sebagai proses pembelajaran untuk tumbuh lebih baik.
Sebagai ilustrasi mengenai besarnya pengaruh keluarga terhadap keberhasilan seseorang, Khofifah menyinggung perjalanan hidup pesepak bola dunia Cristiano Ronaldo. Ia menilai kisah perjuangan ibu Ronaldo yang berkorban demi mendukung cita-cita anaknya menjadi contoh nyata bagaimana peran keluarga dapat membentuk kesuksesan seseorang hingga mencapai level dunia.
Selain peran ibu, Khofifah juga menekankan pentingnya kehadiran ayah dalam proses tumbuh kembang anak. Menurutnya, ketahanan keluarga yang ideal dibangun melalui keseimbangan kasih sayang, perhatian, dan tanggung jawab dari kedua orang tua.
Pesan tersebut sejalan dengan tema Hari Keluarga Nasional (Harganas) Jawa Timur 2026 yang mengusung semangat “Ayah Hadir, Keluarga Harmonis untuk Mewujudkan Ketahanan Keluarga”. Ia berharap momentum tersebut dapat mendorong semakin banyak keluarga untuk memperkuat hubungan antaranggota keluarga sebagai fondasi terciptanya masyarakat yang harmonis dan bangsa yang kuat.
Sementara itu, Produser Leo Pictures Agung Saputra menjelaskan bahwa film “Jangan Buang Ibu” mengangkat kisah seorang ibu yang mendedikasikan hidupnya demi kebahagiaan anak-anaknya, namun menghadapi kenyataan pahit berupa kesepian di masa tua. Cerita tersebut diangkat dari realitas yang masih banyak ditemukan di tengah masyarakat dan menjadi pengingat agar setiap anak tidak mengabaikan peran serta pengorbanan orang tua.
Menurut Agung, film tersebut mengajak penonton untuk lebih menghargai orang-orang terdekat, khususnya ibu, selama mereka masih hadir dalam kehidupan. Pesan emosional yang dibangun dalam cerita diharapkan mampu menggugah kesadaran publik tentang pentingnya kasih sayang, perhatian, dan penghormatan terhadap orang tua.
Pada rangkaian gala premiere tersebut, Khofifah bersama Produser Leo Pictures Agung Saputra dan pemeran film Nirina Zubir juga menyerahkan penghargaan kepada 13 perempuan inspiratif dari berbagai bidang. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam kehidupan sosial, pendidikan, ekonomi, hingga pemberdayaan masyarakat.
Film “Jangan Buang Ibu” dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 25 Juni 2026. Kehadirannya diharapkan tidak hanya menjadi tontonan yang menghibur, tetapi juga menjadi refleksi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga hubungan keluarga, menghormati orang tua, dan memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa. (hdl)


as a preferred source on Google




