Bojonegoro (beritajatim.id) – Upaya menumbuhkan budaya literasi sejak usia dini terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Salah satunya melalui penyelenggaraan Lomba Bertutur bagi siswa-siswi SD/MI tingkat Kabupaten Bojonegoro Tahun 2026 yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Bojonegoro di Ruang Angling Dharma.
Kegiatan yang mempertemukan pelajar terbaik dari berbagai sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah di Bojonegoro tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pengembangan kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, serta pemahaman literasi anak-anak melalui aktivitas membaca dan bertutur.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, menilai lomba bertutur memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda. Menurutnya, kemampuan berbicara di depan umum merupakan salah satu keterampilan yang perlu diasah sejak dini karena akan menjadi bekal penting bagi anak-anak di masa depan.
Cantika menjelaskan bahwa melalui kegiatan bertutur, peserta tidak hanya dituntut mampu membaca buku, tetapi juga memahami isi bacaan, mengolah informasi, dan menyampaikannya kembali kepada orang lain dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. Kemampuan tersebut dinilai dapat memperkuat daya pikir kritis sekaligus meningkatkan rasa percaya diri anak.
Selain itu, Cantika juga menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dalam membangun budaya literasi. Ia mengajak para orang tua untuk aktif mendampingi anak membaca, berdiskusi mengenai isi buku, dan membiasakan kegiatan belajar yang positif di lingkungan rumah. Menurutnya, keluarga menjadi fondasi utama dalam menanamkan kebiasaan membaca yang berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bojonegoro, Erick Firdaus, menyampaikan bahwa perpustakaan memiliki fungsi strategis sebagai pusat informasi sekaligus sarana penguatan kemampuan literasi membaca, menulis, dan berhitung. Karena itu, berbagai program literasi terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bojonegoro.
Erick menambahkan bahwa Lomba Bertutur juga menjadi salah satu langkah konkret dalam menumbuhkan minat baca di kalangan pelajar. Tidak hanya itu, kegiatan tersebut sekaligus menjadi media untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya serta bahasa lokal yang menjadi bagian dari identitas daerah.
Tahun ini, kompetisi diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari 21 SD dan MI se-Kabupaten Bojonegoro. Setelah melalui tahapan seleksi, sebanyak 10 peserta terbaik berhasil melaju ke babak final dan bersaing memperebutkan posisi juara.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, juara pertama diraih oleh Isnania Fatimatuz Zahra dari SD Negeri Kedungbondo 2. Posisi juara kedua ditempati Ahmad Izzudin Faza Ar Razi dari MI Najil Ummah Kenep, sedangkan juara ketiga berhasil diraih Livinia Clara Vinnindiya Putri dari SD Negeri Kauman, Kecamatan Baureno.
Keberhasilan para pemenang menjadi bukti bahwa budaya membaca dan kemampuan bertutur di kalangan pelajar Bojonegoro terus berkembang. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk melahirkan generasi muda yang literat, kreatif, komunikatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Melalui lomba bertutur, literasi tidak hanya dipahami sebagai kemampuan membaca buku, tetapi juga kemampuan memahami informasi, mengomunikasikan gagasan, serta membangun karakter positif yang akan menjadi modal penting bagi pembangunan sumber daya manusia yang unggul. (hdl)


as a preferred source on Google




