Banyuwangi (beritajatim.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus memperluas penyelenggaraan Pasar Murah ke berbagai daerah sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi dan menjaga daya beli masyarakat. Program tersebut kembali digelar di Lapangan Desa Kedungrejo, Kabupaten Banyuwangi, Jumat (3/7/2026), dengan menyediakan berbagai kebutuhan pokok di bawah harga pasar.
Khofifah menegaskan, Pasar Murah bukan sekadar kegiatan penjualan bahan pangan bersubsidi, melainkan instrumen strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat. Menurutnya, kemudahan akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjadi salah satu langkah nyata pemerintah dalam membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi.
Ia menjelaskan, perluasan pelaksanaan Pasar Murah dilakukan agar manfaat program dapat dirasakan lebih merata di seluruh wilayah Jawa Timur. Tingginya antusiasme masyarakat pada setiap penyelenggaraan, kata Khofifah, menunjukkan bahwa program tersebut masih sangat dibutuhkan, terutama untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari sekaligus menjaga kestabilan harga pangan di tingkat konsumen.
Pelaksanaan Pasar Murah di Banyuwangi mendapat sambutan positif dari masyarakat yang memanfaatkan kesempatan membeli berbagai komoditas dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyediakan beras premium seharga Rp14.000 per kilogram atau Rp70.000 per kemasan lima kilogram, lebih rendah dibandingkan harga pasar yang mencapai Rp15.166 per kilogram. Selain itu, tersedia pula beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga Rp11.000 per kilogram atau Rp55.000 per kemasan lima kilogram. Total stok beras SPHP yang disiapkan mencapai 10 ton.
Sejumlah kebutuhan pokok lainnya juga dijual dengan harga terjangkau, antara lain gula pasir Rp14.000 per kilogram, MinyaKita Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp20.000 per kemasan, bawang merah Rp28.000 per kilogram, bawang putih Rp24.000 per kilogram, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, serta daging ayam ras Rp25.000 per kemasan. Seluruh komoditas tersebut dipasarkan di bawah harga rata-rata pasar sebagai upaya menekan beban pengeluaran masyarakat.
Selain menyediakan bahan pangan murah, Khofifah juga menyerahkan bantuan beras kepada warga lanjut usia. Bantuan telur turut diberikan kepada ibu hamil dan anak-anak sebagai bagian dari program peningkatan gizi keluarga sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting di Jawa Timur.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur juga menunjukkan dukungannya terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal yang ikut meramaikan kegiatan tersebut. Berbagai produk UMKM diborong dan kemudian dibagikan kepada masyarakat yang hadir sehingga memberikan manfaat ganda, baik bagi konsumen maupun pelaku usaha.
Menurut Khofifah, langkah tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap penguatan ekonomi kerakyatan. Selain membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, Pasar Murah juga mampu meningkatkan perputaran ekonomi lokal melalui peningkatan penjualan produk UMKM.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap penyelenggaraan Pasar Murah secara berkelanjutan dapat menjaga stabilitas harga pangan, mengendalikan laju inflasi daerah, memperkuat daya beli masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur. (hdl)


as a preferred source on Google




