Jakarta (beritajatim.id) – Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan percakapan melalui sambungan telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu (4/7/2026). Dalam pembicaraan tersebut, kedua pemimpin membahas perkembangan perang Ukraina, hubungan bilateral Rusia-Amerika Serikat, serta peluang memperluas kerja sama di berbagai sektor.
Informasi mengenai percakapan itu disampaikan oleh ajudan Presiden Rusia, Yuri Ushakov. Menurutnya, komunikasi tersebut merupakan pembicaraan keempat antara Putin dan Trump sepanjang 2026 dan berlangsung dalam suasana yang konstruktif dengan fokus pada berbagai isu strategis, bukan sekadar percakapan seremonial.
Percakapan berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat yang ke-250. Dalam kesempatan tersebut, Putin menyampaikan ucapan selamat kepada Trump dan masyarakat Amerika Serikat atas perayaan nasional tersebut sebelum kedua pemimpin beralih membahas agenda bilateral dan situasi internasional.
Dalam pembahasan mengenai konflik Ukraina, Putin memaparkan perkembangan terbaru di medan perang. Berdasarkan penjelasan yang disampaikan Ushakov, Presiden Rusia menyatakan pasukan negaranya terus melanjutkan operasi dan mengalami kemajuan di sepanjang garis kontak pertempuran.
Pihak Rusia juga menilai sejumlah negara Eropa belum memiliki pemahaman yang utuh mengenai kondisi sebenarnya di medan konflik. Ushakov menyebut persepsi negara-negara Eropa terhadap dinamika perang dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan situasi yang terjadi di lapangan menurut pandangan Moskow.
Selain isu keamanan, kedua kepala negara turut membahas prospek hubungan Rusia dan Amerika Serikat. Putin dan Trump sepakat pentingnya menjaga komunikasi secara berkelanjutan, baik dalam bidang politik, militer, maupun ekonomi, sebagai bagian dari upaya mempertahankan dialog antara kedua negara.
Menurut Ushakov, kedua pemimpin melihat masih terdapat peluang besar untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan apabila kondisi geopolitik memungkinkan. Dalam konteks tersebut, Trump disebut menilai penyelesaian konflik Ukraina menjadi prasyarat penting bagi terbukanya peluang kerja sama yang lebih luas antara Washington dan Moskow.
Percakapan ini menjadi salah satu sinyal bahwa saluran komunikasi tingkat tinggi antara Rusia dan Amerika Serikat tetap terbuka meskipun hubungan kedua negara masih dibayangi ketegangan akibat perang Ukraina dan berbagai isu geopolitik lainnya. Keberlanjutan dialog dinilai berpotensi memengaruhi arah hubungan bilateral maupun dinamika keamanan internasional dalam beberapa waktu mendatang.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Gedung Putih yang memuat rincian hasil percakapan tersebut. Informasi yang tersedia masih berasal dari pernyataan pejabat Kremlin melalui Yuri Ushakov. (hdl)


as a preferred source on Google




