Milan (beritajatim.id) – AC Milan dikabarkan tengah bersiap kehilangan kiper andalannya, Mike Maignan, yang kontraknya akan berakhir pada akhir musim 2025/2026. Hingga kini, belum ada kesepakatan perpanjangan kontrak antara kedua pihak, membuka peluang bagi Maignan untuk hengkang secara gratis.
Laporan dari La Gazzetta dello Sport pada Sabtu (12/10) menyebutkan bahwa proses negosiasi kontrak Maignan mengalami sejumlah kendala, termasuk permintaan kenaikan gaji dari sang pemain. Di sisi lain, manajemen Milan ragu untuk melakukan investasi besar terhadap kiper yang akan berusia 31 tahun musim depan dan memiliki riwayat cedera serta performa yang kurang konsisten belakangan ini.
Ketidakpastian ini mendorong Milan untuk mulai mempertimbangkan opsi pengganti. Masih dari sumber yang sama, terdapat dua nama utama yang masuk radar Rossoneri sebagai calon pengganti Maignan.
Nama pertama adalah Zion Suzuki, kiper muda asal Jepang yang saat ini membela Parma di Serie A. Suzuki bergabung dengan Parma dari klub Belgia Sint-Truiden pada musim panas 2024 dengan nilai transfer sekitar €8 juta. Sejak kepindahannya, nilai pasar Suzuki disebut telah meningkat dua kali lipat menjadi sekitar €16 juta, berkat performanya yang konsisten bersama tim promosi tersebut.
Noah Atubolu Masuk Radar Milan
Selain Suzuki, Milan juga mempertimbangkan Noah Atubolu, kiper utama SC Freiburg di Bundesliga. Atubolu baru-baru ini menerima panggilan pertamanya ke tim nasional Jerman, menandakan perkembangan pesat dalam kariernya. Nilai pasar Atubolu diperkirakan mencapai €18 juta, sedikit lebih tinggi dibandingkan Suzuki.
Kedua penjaga gawang ini dianggap memiliki potensi jangka panjang dan sesuai dengan strategi Milan dalam membangun tim dengan pemain muda bertalenta.
Jika Maignan benar-benar meninggalkan San Siro, persaingan untuk mendapatkan jasanya diprediksi akan ketat. Beberapa klub besar Eropa seperti Juventus, Chelsea, dan Bayern Munich disebut-sebut tertarik merekrutnya secara gratis jika ia tak memperpanjang masa baktinya di Milan.
Milan kini berada dalam posisi yang dilematis. Di satu sisi, Maignan masih menjadi bagian penting dari skuad, tetapi di sisi lain, klub harus realistis menghadapi risiko kepergian sang kiper tanpa kompensasi transfer. (mad/hdl)


as a preferred source on Google




