Surabaya (beritajatim.id) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur mengambil kebijakan strategis namun ketat dalam menyongsong perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri II 2026. Di tengah tantangan keterbatasan anggaran yang dihadapi tahun ini, induk organisasi olahraga tertinggi di Jatim tersebut menegaskan tidak akan memberangkatkan rombongan besar. Hanya atlet dengan potensi medali emas yang akan mendapatkan tiket menuju ajang nasional tersebut.
Direktur Badan Pelaksana (Bapel) Puslatda KONI Jawa Timur, Dr. Irmantara Subagio, menjelaskan bahwa langkah efisiensi ini mutlak dilakukan agar penggunaan anggaran negara dapat berjalan efektif dan tepat sasaran. Menurutnya, kebijakan selektif ini bukan sekadar penghematan, melainkan bagian dari grand design pembinaan prestasi jangka menengah dan panjang olahraga Jawa Timur.
“Dengan kondisi anggaran yang ada saat ini, kami harus memastikan pembinaan benar-benar fokus pada atlet yang memiliki potensi prestasi tertinggi. Karena itu, proses seleksi akan dilakukan secara sangat ketat dan objektif,” ujar Irmantara saat ditemui di Surabaya, Jumat (30/1/2026).
Pria yang akrab disapa Ibag ini memaparkan kriteria spesifik bagi atlet yang ingin lolos seleksi. KONI Jatim memprioritaskan mereka yang memiliki rekam jejak prestasi di level nasional maupun internasional. Indikator utamanya adalah peraih medali emas atau perak pada PON 2024 Aceh-Sumut lalu, juara Kejuaraan Nasional (Kejurnas) tunggal, hingga atlet yang berprestasi di ajang SEA Games 2025.
Bagi atlet yang tidak memenuhi kriteria tersebut, peluang untuk masuk dalam skuad inti (Puslatda) sangat kecil. Kebijakan ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi pengurus cabang olahraga (cabor) agar tidak sekadar mengirim atlet untuk berpartisipasi tanpa target yang jelas.
Rencananya, PON Bela Diri II akan digelar di Manado, Sulawesi Utara, pada akhir Juli 2026 mendatang. Dengan waktu persiapan yang tersisa kurang dari enam bulan, KONI Jatim berharap seleksi ketat ini mampu memacu motivasi para atlet untuk menunjukkan performa terbaik mereka. Ibag menegaskan, tidak ada kompromi untuk kualitas; jika tidak ada potensi emas, maka tidak akan ada pemberangkatan.


as a preferred source on Google




