Jakarta (beritajatim.id) – Anthropic PBC secara mendadak menonaktifkan akses terhadap dua model kecerdasan buatan (AI) paling canggih miliknya, Fable 5 dan Mythos 5, setelah menerima arahan pembatasan ekspor dari pemerintah Amerika Serikat yang berkaitan dengan alasan keamanan nasional.
Keputusan tersebut menjadi salah satu intervensi paling signifikan yang dilakukan pemerintah AS terhadap pengembangan dan distribusi model AI generasi terbaru. Kebijakan itu tidak hanya membatasi akses bagi warga negara asing, tetapi juga berdampak pada seluruh pelanggan Anthropic secara global.
Dalam pernyataan resminya, Anthropic menjelaskan bahwa pemerintah AS mengeluarkan perintah untuk menghentikan akses Fable 5 dan Mythos 5 bagi setiap warga negara asing, baik yang berada di dalam maupun di luar wilayah Amerika Serikat, termasuk pegawai Anthropic yang tidak memiliki kewarganegaraan AS. Untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan tersebut, perusahaan memilih menonaktifkan kedua model secara menyeluruh.
Anthropic menyebut langkah tersebut dilakukan setelah menerima arahan resmi pemerintah pada Jumat sore waktu setempat. Sementara itu, akses terhadap model AI lain yang dimiliki perusahaan tetap beroperasi normal dan tidak terdampak kebijakan tersebut.
Kebijakan terbaru ini menandai perubahan penting dalam pendekatan pemerintah AS terhadap teknologi kecerdasan buatan. Jika sebelumnya pengawasan lebih banyak difokuskan pada ekspor perangkat keras dan semikonduktor, kini pembatasan mulai diarahkan langsung pada akses terhadap model AI berkemampuan tinggi.
Anthropic mengaku tidak memperoleh penjelasan rinci mengenai alasan keamanan nasional yang menjadi dasar keputusan tersebut. Namun perusahaan memahami bahwa pemerintah meyakini terdapat metode tertentu yang dapat digunakan untuk menembus sistem pengamanan atau melakukan “jailbreaking” pada Fable 5. Teknik tersebut diduga memungkinkan model AI membantu mengidentifikasi celah keamanan perangkat lunak.
Meski demikian, Anthropic tidak sependapat dengan penilaian tersebut. Perusahaan menilai potensi celah yang dimaksud bersifat terbatas dan tidak menunjukkan kemampuan unik yang berbeda secara signifikan dibandingkan model AI lain yang telah tersedia secara publik. Anthropic juga menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai pengujian keamanan sebelum meluncurkan model tersebut.
Kontroversi ini muncul hanya beberapa hari setelah Anthropic memperluas akses publik terhadap Fable 5. Sebelumnya, model Mythos 5 telah diperkenalkan secara terbatas kepada mitra bisnis dan instansi pemerintah sejak April 2026. Saat peluncuran, perusahaan bahkan telah memberikan sejumlah pembatasan penggunaan untuk mencegah penyalahgunaan dalam aktivitas siber maupun riset biologis yang berpotensi berbahaya.
Perintah pemerintah AS juga menambah daftar tekanan yang dihadapi Anthropic sepanjang tahun ini. Sebelumnya, perusahaan tersebut sempat menjadi sorotan setelah muncul ketegangan dengan sejumlah lembaga pemerintah terkait penggunaan teknologi AI dalam sektor pertahanan dan keamanan nasional.
Di sisi bisnis, kebijakan tersebut berpotensi memengaruhi prospek pertumbuhan Anthropic yang saat ini menjadi salah satu perusahaan AI dengan valuasi tertinggi di Amerika Serikat. Penghentian akses terhadap model unggulan dapat berdampak pada kepercayaan pelanggan, terutama kalangan korporasi dan institusi yang mengandalkan kemampuan AI tingkat lanjut untuk kebutuhan operasional dan penelitian.
Sejumlah pengamat menilai langkah pemerintah AS menunjukkan semakin besarnya perhatian terhadap risiko yang ditimbulkan oleh model AI generasi terbaru. Di sisi lain, keputusan tersebut juga memunculkan perdebatan mengenai batas antara keamanan nasional dan inovasi teknologi, terutama karena sebelumnya pemerintahan Presiden Donald Trump menegaskan tidak akan menerapkan sistem perizinan wajib terhadap pengembangan model AI.
Kasus Anthropic diperkirakan akan menjadi preseden penting bagi industri kecerdasan buatan global. Selain berpengaruh terhadap strategi perusahaan teknologi, kebijakan ini juga berpotensi membentuk arah regulasi AI di masa depan, khususnya terkait akses lintas negara terhadap model-model AI paling canggih yang kini semakin dipandang sebagai aset strategis nasional. (hdl)







