Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
[gtranslate]
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»News»Negara-Negara Afrika Sepakati Peta Jalan Baru Kelola Hutan Berkelanjutan untuk Ketahanan Iklim dan Ekonomi Hijau

Negara-Negara Afrika Sepakati Peta Jalan Baru Kelola Hutan Berkelanjutan untuk Ketahanan Iklim dan Ekonomi Hijau

Hendro D. LaksonoHendro D. Laksono News 14 Juni 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilsutrasi hutan di Afrika
Ilsutrasi hutan di Afrika

Nairobi (beritajatim.id) – Para pembuat kebijakan senior, ilmuwan, pelaku usaha, dan inovator dari berbagai negara Afrika menyepakati sebuah peta jalan baru untuk memperkuat pengelolaan hutan dan kawasan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan. Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi fondasi penting dalam mendorong transisi menuju ekonomi hijau, meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim, serta mempercepat pembangunan yang inklusif di seluruh benua.

Kesepakatan itu dicapai pada penutupan forum virtual yang diselenggarakan African Forest Forum (AFF), organisasi konservasi nirlaba yang berbasis di Nairobi, Kenya. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai 8 hingga 12 Juni, mempertemukan para pemangku kepentingan dari berbagai sektor untuk membahas masa depan sumber daya alam Afrika di tengah meningkatnya tekanan lingkungan dan perubahan iklim global.

Dalam forum tersebut, peserta menyoroti pentingnya menjaga kesehatan ekosistem hutan, lahan gambut, hutan bakau (mangrove), dan kawasan lahan kering yang selama ini menjadi penopang kehidupan jutaan masyarakat. Selain berfungsi sebagai penyimpan karbon alami, ekosistem tersebut juga menyediakan sumber pangan, air bersih, obat-obatan, energi biomassa, serta berbagai sumber penghidupan bagi komunitas lokal.

Sekretaris Eksekutif AFF, Labode Popoola, menilai forum tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan perhatian terhadap peran hutan tropis dan bentang alam kering Afrika dalam mendukung ketahanan ekonomi dan lingkungan di masa depan. Menurutnya, sumber daya alam tersebut memiliki kontribusi besar terhadap ketahanan pangan, keamanan air, pasokan energi, serta peningkatan pendapatan masyarakat pedesaan melalui perdagangan produk berbasis pohon dan hasil hutan lainnya.

Baca Juga:  Program BINA Diskon 2024 Lampaui Target Transaksi, Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Popoola juga menegaskan bahwa penguatan tata kelola, harmonisasi kebijakan, peningkatan riset, pertukaran pengetahuan, serta pemanfaatan teknologi dan inovasi menjadi faktor utama agar negara-negara Afrika mampu mengoptimalkan manfaat dari hutan asli, padang sabana, hingga ekosistem mangrove pesisir.

Data AFF menunjukkan bahwa kawasan hutan di Afrika mencakup hampir 23 persen dari total daratan benua tersebut atau setara dengan sekitar 624 juta hektare. Luasan tersebut menjadi sumber kehidupan bagi sekitar 245 juta penduduk yang bergantung pada berbagai manfaat ekologi dan ekonomi yang dihasilkan hutan.

Selama forum berlangsung, peserta menyepakati bahwa keberhasilan pengelolaan hutan berkelanjutan membutuhkan dukungan regulasi yang kuat, kepastian pendanaan, peningkatan kesadaran publik, serta kolaborasi riset lintas negara. Langkah-langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung pengembangan industri kehutanan yang berkelanjutan, sektor ekowisata, hingga pasar karbon yang kini semakin berkembang sebagai instrumen ekonomi hijau global.

Di sisi lain, para delegasi juga mengidentifikasi sejumlah tantangan besar yang terus mengancam keberlanjutan hutan Afrika. Perubahan iklim, urbanisasi yang pesat, praktik penggunaan lahan yang tidak berkelanjutan, pembalakan liar, serta pembukaan kawasan hutan untuk pertanian skala besar disebut sebagai ancaman utama yang harus segera diatasi.

Para peserta forum menilai bahwa tanpa intervensi kebijakan yang lebih kuat dan koordinasi regional yang efektif, berbagai ancaman tersebut dapat mempercepat degradasi lingkungan sekaligus mengurangi kemampuan Afrika dalam mencapai target pembangunan berkelanjutan dan komitmen pengurangan emisi karbon.

Baca Juga:  Polri Kerahkan Ratusan Personel ke Papua Tengah dan Maluku Utara, Perkuat Pengamanan Pascakonflik

Melalui peta jalan yang baru disepakati, negara-negara Afrika berharap dapat memperkuat keseimbangan antara konservasi lingkungan dan pertumbuhan ekonomi. Strategi tersebut juga diharapkan mampu menjadikan hutan dan ekosistem alami sebagai aset strategis dalam menghadapi krisis iklim sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi jutaan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sumber daya alam.

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Wakil Bupati Mojokerto Moch. Rizal Octavian

Wabup Mojokerto Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla dan Laka Air, Luncurkan Tangguh Rek dan Mojo Mandala

14 Juni 2026 News
Gubernur Khofifah mengapresiasi layanan verifikasi SPMB SMA/SMK Negeri di Ngawi yang terjadwal, transparan, nyaman, dan tanpa antrean panjang.

Khofifah Apresiasi SPMB Ngawi, Layanan Terjadwal Cegah Antrean Panjang

8 Juni 2026 News
Surabaya menjadi kota pertama peluncuran program Indonesia-Norwegia yang berhasil mengangkat satu ton sampah plastik dari sungai setiap hari.

Surabaya Jadi Percontohan Nasional Program Indonesia-Norwegia Atasi Sampah Plastik

6 Juni 2026 News
Polres Bondowoso menangkap pelaku perampokan rumah di Cermee. Tersangka dilumpuhkan setelah melawan saat proses penangkapan.

Perampok Rumah di Bondowoso Dibekuk Polisi, Sempat Melawan Saat Ditangkap

6 Juni 2026 News
ketahanan pangan nasional,Bhabinkamtibmas Gunung Gedangan,petani padi Mojokerto,Program Asta Cita Presiden,Polres Mojokerto Kota

Bhabinkamtibmas Gunung Gedangan Dorong Petani Dukung Ketahanan Pangan Nasional

6 Juni 2026 News
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Lantik 65 Kepala Sekolah, Siapkan Generasi Pintar dan Benar

4 Juni 2026 News
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru
Polres Mojokerto Kota ungkap peredaran liquid vape narkotika pertama di Jatim. Barang bukti senilai Rp4,7 miliar diamankan.

Kasus Pertama di Jatim, Polisi Bongkar Peredaran Liquid Vape Narkotika Senilai Rp4,7 Miliar di Mojokerto

13 Juni 2026
BSI, FOZ, dan POROZ berkolaborasi memperkuat pengelolaan zakat nasional melalui digitalisasi, literasi, dan integrasi ekosistem ekonomi syariah.

BSI Gandeng FOZ dan POROZ Perkuat Ekosistem Zakat Nasional, Potensi Rp340 Triliun Siap Dioptimalkan

12 Juni 2026

7 Minuman yang Baik untuk Kesehatan Ginjal, Cocok Dikonsumsi Saat Memulai Hari

12 Juni 2026

Modifikasi Pelat Nomor Kendaraan Bisa Kena Tilang, Ini Daftar yang Dilarang

12 Juni 2026
Kortastipidkor Polri menggeledah kantor WIKA terkait dugaan korupsi proyek modernisasi PG Asembagus yang merugikan negara hingga Rp645 miliar.

Kortastipidkor Polri Geledah Kantor WIKA, Usut Dugaan Korupsi Modernisasi PG Asembagus Rp645 Miliar

12 Juni 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.