Cleveland (beritajatim.id) – Cleveland Cavaliers tampil perkasa saat menjamu Los Angeles Lakers dalam lanjutan kompetisi NBA, Rabu malam waktu setempat. Bermain di hadapan publik sendiri, Cavaliers meraih kemenangan telak 129-99 setelah mendominasi penuh paruh kedua pertandingan.
Laga yang berlangsung ketat di dua kuarter awal berubah drastis usai jeda. Lakers yang hanya tertinggal dua poin saat turun minum justru kolaps total di kuarter ketiga, periode yang menjadi titik balik kemenangan Cleveland.
Cavaliers langsung tancap gas di awal pertandingan dan sempat unggul tujuh poin lewat dunk Jarrett Allen. Namun Lakers perlahan bangkit. Deandre Ayton membuka perlawanan melalui layup, disusul laju delapan poin beruntun yang membawa tim tamu berbalik memimpin.
Situasi sempat menegangkan bagi Lakers ketika Luka Dončić harus meninggalkan lapangan pada menit 7:46 kuarter pertama akibat masalah pergelangan kaki. Cavaliers memanfaatkan momen tersebut dengan mencetak delapan poin tanpa balas.
Meski demikian, Dončić kembali bermain di sisa kuarter. Kontribusi Gabe Vincent dan Jake LaRavia membantu Lakers menutup kuarter pertama dengan keunggulan empat poin.
Kuarter kedua berjalan sengit dengan intensitas tinggi. Jarred Vanderbilt membuka poin Lakers lewat dunk hasil assist LeBron James, sebelum Dončić menambah angka melalui jumper fadeaway.
Lakers kembali mencatatkan laju 8-0 dan sempat unggul hingga 10 poin. Namun Cavaliers merespons cepat. Donovan Mitchell menjadi motor kebangkitan tuan rumah, memutus momentum Lakers dan menggerakkan serangan Cleveland.
Cavaliers mencetak enam poin beruntun dan perlahan mengejar ketertinggalan. LeBron James harus duduk lebih lama akibat foul trouble, sementara Mitchell menutup paruh pertama dengan total 11 poin. Cavaliers unggul tipis dua poin saat jeda.
Petaka bagi Lakers terjadi di kuarter ketiga. Ayton sempat menyamakan kedudukan lewat lemparan bebas, tetapi Cavaliers langsung membalas dengan laju 7-0. Tembakan tiga angka tuan rumah mengalir deras, sementara pertahanan Lakers gagal meredam agresivitas Cleveland.
Cavaliers mencatatkan akurasi tembakan 87 persen di kuarter ini. Keunggulan terus melebar hingga dua digit, didorong kontribusi merata dari para starter. Empat pemain inti Cavaliers sudah mencetak dua digit poin, sementara Lakers hanya bergantung pada Dončić dan Ayton.
Kuarter ketiga ditutup dengan dominasi mutlak Cavaliers yang mencetak enam tripoin dari 10 percobaan dan unggul 22 poin, sekaligus memupus harapan Lakers untuk bangkit.
Memasuki kuarter keempat, Cavaliers tetap menekan. De’Andre Hunter membuka angka lewat jumper yang membuat jarak kian menjauh. Selisih sempat membengkak hingga 27 poin saat laga menyisakan kurang dari sembilan menit.
LeBron James sempat mengalami keseleo pergelangan kaki, meski tetap melanjutkan pertandingan. Lakers akhirnya mengibarkan bendera putih dengan menarik pemain inti di pertengahan kuarter.
Di sisa waktu, Bronny James mencuri perhatian dengan mencetak delapan poin di kuarter akhir, termasuk satu dunk yang mengundang sorakan penonton.
Luka Dončić menjadi pencetak poin terbanyak Lakers dengan 29 poin, ditambah 5 rebound dan 6 assist. LeBron James membukukan 11 poin, 3 rebound, dan 5 assist. Gabe Vincent menyumbang 11 poin, sementara Deandre Ayton mencatatkan 10 poin dan empat rebound.
Di kubu Cavaliers, kemenangan diraih berkat permainan kolektif dan dominasi penuh di kuarter ketiga yang sepenuhnya mengubah jalannya pertandingan.
Selanjutnya, Los Angeles Lakers dijadwalkan menghadapi Washington Wizards pada Jumat mendatang pukul 16.00 waktu Pasifik, dengan misi bangkit usai kekalahan telak di Cleveland. (aga)


as a preferred source on Google




